SAR Natuna Ajak Warga Sulap Sampah Laut Jadi Karya Seni
- 07 Jun 2026 08:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Peringatan hari lingkungan hidup sedunia di Kabupaten Natuna pada sabtu 6 Juni 2026 juga ditandai dengan melakukan edukasi berupa ketrampilam membuat kerajinan. Edukasi ini dilakukan oleh Basarnas Natuna kepada warga yang berada di Kampung tua Penagi.
Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, hadir secara langsung membuka pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada sabtu 6 Juni 2026 di kawasan Pantai Piwang, Ranai.
Di peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bersama Komandan Lanud RSA, Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman menjelaskan di hadapan warga Kota Tua Penagi dan Ranai Darat tentang Kapar. Abdul Rahman mempraktikkan cara memilih kapar yang layak pakai, membersihkan garam, mengeringkan, lalu merangkainya jadi kerajinan bernilai jual
Dari kayu yang dulu dibakar atau dibuang, kini bisa jadi hiasan dinding, gantungan kunci, dan pajangan. Saat kapar diubah jadi karya, pesan tersampaikan: menjaga lingkungan bukan soal larangan. Tapi soal cara berpikir baru. Edukasi itu juga menjadi bagian penting kegiatan lintas instansi yang digelar di wilayah perbatasan Indonesia.
Selain Lanud Raden Sadjad juga hadir Kejaksaan Negeri Natuna, Kantor SAR Natuna, BMKG Ranai, RRI Ranai, dan PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I, Dharma Wanita Persatuan SAR Natuna. Mereka tidak cuma memungut sampah pantai. Mereka belajar dan berkarya bersama masyarakat.
"Gotong royong bersih pantai penting. Tapi kalau berhenti di situ, minggu depan pantai kotor lagi. Makanya kami tambah edukasi pemanfaatan limbah. Masyarakat harus punya pengetahuan dan keterampilan," ujar Abdul Rahman.
Pesannya jelas, edukasi ini memberi ruang belajar ke publik serta peluang meningkatkan ekonomi masyarakat. Warga pesisir Natuna diajarkan melihat masalah sebagai peluang. Kapar yang dulu beban, kini potensi ekonomi kreatif di daerah 3T.
Sinergi lintas instansi jadi kunci. Bagaimana budaya peduli lingkungan bisa terus dijaga melalui kolaborasi peran pemerintah bersama masyarakat.
Abdul Rahman menekankan, momentum Hari Lingkungan Hidup tak boleh berhenti jadi seremonial. "Perbatasan butuh lebih dari sekadar bersih. Ia butuh warga yang tahu cara menjaga dan memanfaatkan sumber dayanya sendiri," Ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....