Aksi Peduli Lingkungan, Kolaborasi Lanud RSA dan Kejari Bersama Warga

  • 07 Jun 2026 08:05 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID.Natuna – Semangat menjaga kelestarian lingkungan hidup ditunjukkan melalui aksi kolaboratif dari sejumlah lembaga serta masyarakat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu 6 Juni 2026. Aksi kolaboratif melibatkan Lanud Raden Sadjad (RSA), PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I, Kejaksaan Negeri Natuna, Basarnas, BMKG, RRI Ranai,

Kegiatan dipusatkan di kawasan pesisir dengan aksi bersih pantai dan edukasi pemanfaatan limbah kayu menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan pantai.

Kolaborasi Aksi Peduli Lingkungan Oleh Lanud RSA Natuna, Basarnas, Kajari Natuna, BMKG Ranai

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Ny. Marni Onesmus Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, S.H., M.H., serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman, S.E. Kegiatan juga diikuti Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit SAR Natuna, Kepala BMKG Ranai Rafael Alesandro Marbun, S.Tr., jajaran RRI Ranai, serta masyarakat dari kampung tua Penagi dan Ranai Darat .

Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi dan Pimpinan Instansi dalam kegiatan itu turun langsung dalam pembersihan Pantai di Penagi . Kolaborasi lintas sektor ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI AU, instansi pemerintah, lembaga vertikal, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pesisir yang menjadi salah satu aset penting Kabupaten Natuna.

Sebagai daerah kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan dan kawasan pesisir, Natuna memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Posisi strategis Natuna yang berada di wilayah perbatasan negara juga menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan wilayah.

Sejak pagi hari, para peserta bergotong royong membersihkan sampah yang tersebar di sepanjang garis pantai. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah berdasarkan jenisnya untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Tidak hanya melakukan aksi bersih pantai, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan limbah kayu yang banyak ditemukan di kawasan pesisir. Dalam kesempatan tersebut, Danlanud RSA memperkenalkan berbagai hasil karya seni yang dipamerkan di gedung Galeri Seni Lanud RSA.

Kaum ibu mempraktekakan keterampilan memanfaatkan bahan Fosil kayu menjadi barang bernilai Ekonomi

Berbagai limbah kayu dan kayu pantai yang sebelumnya tidak bernilai berhasil diolah menjadi karya seni dan kerajinan yang memiliki nilai estetika tinggi. Produk-produk tersebut menunjukkan bahwa limbah dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomi melalui kreativitas dan inovasi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat, Danlanud RSA bersama Kakansar Natuna menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah warga yang aktif berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk ikut berperan dalam pelestarian lingkungan.

Danlanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi mengatakan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah, namun juga harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah secara kreatif dan produktif.

“Kegiatan ini selaras dengan program Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto melalui gerakan ASRI, yaitu mewujudkan lingkungan yang Asri, Sehat, Rapi, dan Indah. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kita tidak hanya menjaga kebersihan alam, tetapi juga membangun kualitas hidup yang lebih sehat serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Danlanud RSA, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu bentuk penerapan konsep ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, seluruh pihak berharap budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan semangat TNI AU AMPUH yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis, sinergi lintas sektor diharapkan terus terjaga . Dengan demikian kawasan pesisir Natuna tetap bersih, sehat, indah, dan lestari bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....