Hari Kaki Bengkok Sedunia Setiap 3 Juni, Ini Sejarahnya

  • 03 Jun 2026 15:01 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Kaki Bengkok Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 3 Juni. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang kaki bengkok, kelainan bawaan lahir yang umum, dan untuk menyoroti Metode Ponseti, yaitu perawatan non-bedah yang sangat efektif dan telah menjadi standar emas global.

Melansir dari Days Of The Year, Hari Kaki Bengkok Sedunia diprakarsai oleh Ponseti International Association (PIA) dan mulai diperingati pada tahun 2013. Tanggal 3 Juni dipilih untuk menghormati Dr. Ignacio Ponseti, seorang pelopor medis yang lahir pada 3 Juni 1914. Karyanya yang inovatif mengarah pada pengembangan metode non-bedah yang mengubah pengobatan kaki bengkok.

Alih-alih prosedur invasif, Ponseti menggunakan manipulasi lembut dan pemasangan gips untuk mengoreksi kondisi tersebut. Teknik ini, yang dikenal sebagai Metode Ponseti, menjadi standar emas untuk pengobatan anak-anak di seluruh dunia.

PIA menciptakan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan memastikan bahwa anak-anak yang lahir dengan kaki bengkok menerima perawatan yang tepat. Sebelum metode Ponseti mendapatkan pengakuan, banyak individu menghadapi kesulitan jangka panjang karena perawatan yang tidak efektif atau terlambat.

Melalui pendidikan dan penyuluhan, peringatan ini menyoroti pentingnya diagnosis dan intervensi dini. Para profesional medis, kelompok advokasi, dan keluarga menggunakan kesempatan ini untuk menyebarkan pengetahuan tentang kondisi tersebut dan solusi yang tersedia.

Tujuan utamanya peringatan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap anak, di mana pun mereka tinggal, dapat berjalan, berlari, dan bermain tanpa batasan. Hari Kaki Bengkok Sedunia hadir untuk menginspirasi harapan bagi keluarga di seluruh dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....