Pikun Tidak Bisa Dicegah, Hambat dengan Cara Ini

  • 31 Mei 2026 19:23 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Penyakit demensia atau pikun merupakan bagian alami dari proses penuaan yang pasti akan dialami oleh setiap manusia seiring bertambahnya usia. Fenomena penurunan kesehatan kognitif ini terjadi akibat adanya penurunan fungsi sel-sel tubuh secara massal yang disertai dengan mengecilnya volume otak.

Kanal YouTube Tirta PengPengPeng memberikan ulasan mengenai fakta medis krusial terkait kesehatan otak lansia. Lewat tayangan edukatifnya, kanal ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga fungsi sistem saraf pusat sebelum memasuki usia senja.

Mengingat volume otak yang menyusut drastis, lansia yang mengalami demensia tingkat lanjut sangat rentan melakukan tindakan ceroboh yang membahayakan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, penderita pikun sangat dilarang untuk ditinggal sendirian tanpa pengawasan karena bisa memicu bahaya fatal.

Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, masyarakat perlu memahami bahwa penurunan kualitas memori ini sebenarnya masih dapat dimanipulasi kecepatannya.

"Apakah demensia bisa dihambat? Bisa. Jawabannya bisa dihambat tapi tidak bisa dicegah. Cara menghambat demensia adalah dengan cara seumur hidup orang ini harus menggunakan otaknya terus-menerus" tegas dr. Tirta.

Aktivitas stimulasi mental yang konsisten menjadi modal utama yang harus diterapkan agar sel-sel otak tidak cepat mati atau mengalami atrofi. Lansia harus terus dipaksa melakukan berbagai kegiatan yang menguras daya pikir secara rutin, contohnya dengan aktif bekerja, rajin membaca buku, atau bermain catur.

Selain melatih ketajaman berpikir, kombinasi aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur juga memegang peranan yang tidak kalah penting bagi kesehatan kepala. Orang yang aktif secara fisik dan rajin berolahraga terbukti memiliki peluang yang jauh lebih besar dalam menjaga sirkulasi darah ke otak tetap lancar.

Melalui sinergi antara olahraga fisik yang disiplin dan latihan mental yang kuat, risiko penuaan dini pada organ otak dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah preventif sejak usia muda ini pada akhirnya akan menyelamatkan masa tua Anda dari ancaman pikun yang merugikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....