Menjadi Sahabat Anak di Era Digital
- 31 Mei 2026 05:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Membangun ikatan emosional yang kuat merupakan kunci utama agar anak tidak melulu berpaling pada daya tarik dunia maya yang candu. Kehadiran orang tua sebagai teman terbaik di rumah terbukti jauh lebih efektif dalam mengalihkan perhatian anak dibandingkan sekadar memberikan larangan yang kaku.
Menurut informasi yang diperoleh dari kanal YouTube Nikita Willy Official, strategi pengasuhan di era modern ini harus berfokus pada pendekatan yang hangat dan interaktif. Tantangan terbesar saat ini adalah kenyataan bahwa anak-anak zaman sekarang terlahir sebagai generasi digital native yang langsung terekspos kecanggihan teknologi sejak lahir.
Keadaan tersebut diperparah oleh sistem algoritme media sosial yang sengaja dirancang untuk mengikat perhatian mereka setiap detik sehingga dunia virtual terasa jauh lebih seru. Menghadapi fenomena tersebut, Prof. Tjhin Wiguna selaku pakar kesehatan jiwa anak dalam video podcast tersebut mengingatkan para orang tua untuk mengubah cara pandang mereka dalam mendampingi buah hati.
"Penting sih buat parent bahwa mereka harus menyadari as a parents bukan hanya mendampingi benar, tetapi bisa juga enggak sih jadi teman baik buat anaknya sendiri." ungkap Prof. Tjhin Wiguna.
Apabila orang tua hanya memposisikan diri sebagai sosok penegak disiplin yang gemar melarang tanpa memberikan kehangatan emosional, anak diyakini akan memilih kembali kabur ke gawai mereka. Oleh karena itu, orang tua dituntut harus kreatif dalam menciptakan berbagai aktivitas nyata di rumah yang tidak kalah seru dengan apa yang ada di layar gawai.
"Apalagi sekarang kita bicara tentang digital native, enggak mau dengar maunya di situ dunia maya terus, jadi orang tuanya harus bisa semenarik dunia maya yang dia sering kali kunjungi." tambah Prof. Wiguna.
Langkah awal untuk mulai membangun koneksi yang tulus tersebut sebenarnya bukanlah dengan cara menceramahi atau mendikte anak secara sepihak. Orang tua justru harus meluangkan waktu khusus untuk mendengarkan setiap cerita serta keluh kesah anak tanpa langsung memberikan penghakiman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....