Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei, Simak Sejarah dan Tema 2026

  • 18 Mei 2026 19:51 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Lebah Sedunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 20 Mei. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting lebah dan penyerbuk lainnya dalam menjaga kesehatan manusia dan planet ini.

Melansir dari Food and Agriculture Organization (FAO), Hari Lebah Sedunia ditetapkan oleh PBB pada tahun 2017 dan mulai dirayakan secara resmi pada tahun 2018. Penetapan peringatan ini merupakan upaya dari Pemerintah Slovenia dengan dukungan Apimondia, yang mendorong Majelis Umum PBB untuk menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Lebah Sedunia.

Tanggal peringatan ini dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Anton Janša, pelopor peternakan lebah modern. Janša berasal dari keluarga peternak lebah di Slovenia, di mana peternakan lebah merupakan kegiatan pertanian penting dengan tradisi yang sudah lama.

Saat ini, lebah, penyerbuk, dan banyak serangga lainnya mengalami penurunan jumlah. Perayaan ini menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan tindakan yang akan melindungi dan meningkatkan penyerbuk dan habitatnya, meningkatkan kelimpahan dan keanekaragamannya, serta mendukung pembangunan berkelanjutan peternakan lebah.

Tema Hari Lebah Sedunia tahun ini adalah “Bee together for people and the planet – A Partnership that sustains us all”. Tema tahun ini menyoroti tentang hubungan manusia dan lebah yang sudah bekerja sama untuk memberi makan dan melestarikan manusia dan lingkungan.

Selama ribuan tahun, lebah dan manusia telah berbagi hubungan yang erat dan terus berkembang, dibentuk oleh cara masyarakat di seluruh dunia bergantung pada lebah untuk makanan dan mata pencaharian, dengan lebah seringkali menjadi bagian dari identitas budaya mereka. Dari perburuan madu hingga berbagai macam sistem peternakan lebah, hubungan ini terus beradaptasi dengan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan sosial-budaya yang berbeda.

Tema ini juga akan menekankan bagaimana pengetahuan tradisional dan teknologi modern dapat berkontribusi pada pemeliharaan lebah yang berkelanjutan, dan bagaimana kemitraan dan pendekatan inklusif dapat membantu mengamankan masa depan yang berkelanjutan bagi penyerbuk dan manusia, sekaligus memajukan transformasi sistem agrifood.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....