Mengenal Hari Penyakit Radang Usus Sedunia Setiap 19 Mei

  • 18 Mei 2026 15:28 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Penyakit Radang Usus Sedunia atau World Inflammatory Bowel Disease (IBD)Day merupakan acara kesadaran global yang diadakan setiap tahun pada tanggal 19 Mei. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, atau yang lebih dikenal sebagai penyakit radang usus.

Melansir dari World IBD Day, Hari Penyakit Radang Usus Sedunia diluncurkan pada tahun 2010 oleh organisasi pasien yang mewakili lebih dari 50 negara di lima benua dan dikoordinasikan oleh International Federation of Crohn's & Ulcerative Colitis Associations (IFCCA). IFCCA merupakan organisasi payung global yang mewakili kelompok pasien nasional yang berjuang untuk meningkatkan kehidupan jutaan orang yang hidup dengan penyakit radang usus.

Penyakit radang usus merupakan penyakit pencernaan kronis serius yang menyerang sepuluh juta orang di seluruh dunia. Tidak ada obatnya, tidak ada penyebab yang diketahui, dan sangat sedikit pemahaman publik tentang rasa sakit dan penderitaan kronis yang dihadapi oleh setiap pasien penyakit ini.

Dalam kampanye tahun ini, IFCCA berfokus pada salah satu tantangan paling mendesak yang dihadapi penderita penyakit radang usus di seluruh dunia, yaitu akses terhadap diagnosis tepat waktu, dukungan spesialis, dan pengobatan yang efektif. Tempat tinggal seseorang seharusnya tidak menentukan kualitas perawatan yang mereka terima, namun kesenjangan di seluruh sistem kesehatan terus menunda pengobatan dan berdampak pada hasil.

Dengan menyoroti kesenjangan ini, IFCCA bertujuan untuk mendorong solusi praktis dan perubahan yang berkelanjutan. Di seluruh dunia, tempat tinggal seseorang masih menentukan apakah mereka menerima diagnosis tepat waktu, dukungan spesialis, dan pengobatan yang efektif. Terlalu banyak orang menghadapi penundaan yang lama, pilihan pengobatan yang terbatas, atau bahkan tidak memiliki akses ke perawatan sama sekali.

Ketidakadilan dalam sistem perawatan kesehatan hanya menambah beban fisik, emosional, dan sosial yang dihadapi oleh penderita radang usus dan keluarga mereka. Perawatan yang berkualitas seharusnya tidak bergantung pada lokasi geografis, perawatan juga harus mudah diakses, tepat waktu, dan adil bagi semua orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....