SMKN 1 Bunguran Timur Fasilitasi Lulusan Ikuti Program Kerja ke Jepang

  • 14 Mei 2026 19:11 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, ., menyatakan pihak sekolah terus memfasilitasi lulusan SMA dan SMK di Kabupaten Natuna untuk mengikuti program magang kerja ke Jepang melalui jalur resmi yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu peluang bagi generasi muda Natuna untuk menembus dunia kerja internasional sekaligus mempelajari teknologi, budaya kerja, dan disiplin industri modern di Negeri Sakura.

Subbihi mengatakan program magang Jepang merupakan pelatihan kerja dengan durasi kontrak antara satu hingga lima tahun dan terbuka bagi lulusan SLTA sederajat dengan usia minimal 18 tahun .Menurutnya, peserta magang berkesempatan memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan yang cukup menjanjikan selama berada di Jepang.

“Program magang Jepang ini merupakan pelatihan kerja untuk mempelajari teknologi dan etos kerja Jepang, dengan penghasilan sekitar Rp10 juta sampai Rp16 juta lebih per bulan,” ujar Subbihi, Rabu 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2024 SMKN 1 Bunguran Timur telah menjalin kerja sama rutin dengan Lembaga Pelatihan Kerja atau LPK Sending Organization yang terdaftar resmi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan putra-putri daerah Natuna dapat mengikuti program magang melalui jalur legal dan terpercaya sehingga terhindar dari praktik penipuan tenaga kerja ilegal.

Subbihi menegaskan program magang Jepang terus berjalan setiap tahun dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda Natuna.

“Program ini tiap tahun terus berjalan. Kami ingin anak-anak Natuna bisa mengambil bagian dalam peluang kerja internasional ini,” Ujarnya 13 Mei 2026.

Program magang tersebut mencakup berbagai sektor pekerjaan, mulai dari manufaktur atau pabrik, pertanian, perikanan, konstruksi, hingga pengolahan makanan. Selain memperoleh pengalaman kerja dan penghasilan tetap, peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi serta dana usaha mandiri setelah menyelesaikan kontrak kerja di Jepang.

Subbihi menilai program tersebut bukan hanya sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta mentalitas kerja generasi muda Natuna. Ia berharap generasi muda Natuna dapat mengambil bagian dalam program tersebut karena dinilai memiliki kemampuan untuk beradaptasi, bertahan, dan berkembang di tengah perubahan zaman yang cepat, khususnya di bidang teknologi, sosial, dan ekonomi.

Untuk menjaga kualitas peserta, calon peserta magang diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki tato maupun tindik, serta lulus tes matematika dasar, tes fisik, dan kemampuan dasar bahasa Jepang. Selain itu, proses keberangkatan wajib melalui jalur resmi seperti IM Japan Kementerian Ketenagakerjaan atau LPK yang telah terdaftar secara legal di Kemnaker RI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....