Bupati Natuna Buka Rapat Persiapan GTRA 2026
- 13 Mei 2026 14:27 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna -Bupati Natuna, Cen Sui Lan menegaskan bahwa program Reforma Agraria harus dilaksanakan secara tepat sasaran dengan pendekatan yang humanis demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Natuna Tahun 2026 di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Rabu 13 Mei 2026 , pagi.
Dalam sambutannya, Bupati Natuna menyampaikan bahwa Reforma Agraria merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan menciptakan pemerataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara berkeadilan bagi masyarakat. Menurutnya, program Reforma Agraria tidak hanya berkaitan dengan persoalan administrasi pertanahan semata, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor kehidupan.
Ia mengatakan, melalui program tersebut pemerintah berharap dapat mengurangi ketimpangan sosial serta dapat menyelesaikan konflik pertanahan. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Natuna.
Cen Sui Lan menjelaskan, sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Natuna memiliki karakteristik tersendiri dalam tata kelola pertanahan sehingga pelaksanaan Reforma Agraria harus dilakukan secara tepat, terukur, terpadu, dan berkelanjutan.Selain itu, pelaksanaan program juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta mendukung arah pembangunan daerah yang telah direncanakan pemerintah.
“Melalui rapat persiapan ini diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis dan solusi atas berbagai kemungkinan kendala di lapangan dengan tetap mengedepankan kearifan lokal agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” ujar Cen Sui Lan.
Bupati Natuna juga menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh pihak agar program Reforma Agraria di Kabupaten Natuna dapat terlaksana sesuai dengan kondisi riil di lapangan.Ia meminta seluruh unsur yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Reforma Agraria untuk terus berkoordinasi, menyamakan persepsi, serta membangun sinergi lintas sektor agar program dapat berjalan secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan program GTRA sangat ditentukan oleh kerja sama seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga pemerintah desa yang berada di wilayah Kabupaten Natuna. Selain itu, Cen Sui Lan juga menegaskan pentingnya data yang valid dan tepat sasaran dalam pelaksanaan program Reforma Agraria.
Pendataan objek dan subjek tanah harus dilakukan secara cermat sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis dan komunikatif harus menjadi langkah konkret dalam setiap proses pelaksanaan program agar masyarakat merasa dilibatkan serta memahami tujuan dari Reforma Agraria tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Natuna melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha , Bayu Witopo menjelaskan bahwa forum GTRA tidak hanya berfokus pada penataan aset melalui legalisasi tanah. Forum tersebut juga diarahkan pada penataan akses guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan kelembagaan.
Ia menambahkan, rapat persiapan ini menjadi langkah awal penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan GTRA Kabupaten Natuna Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaannya nanti diharapakan terarah, dan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....