BPS Natuna Dampingi Tiga Desa menuju Desa Cantik
- 12 Mei 2026 21:10 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna -Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Natuna terus melakukan pendampingan terhadap tiga desa yang diusulkan mengikuti program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat nasional tahun 2026. Tiga desa tersebut terletak di wilayah Kecamatan Bunguran Timur yakni Desa Sepempang, Desa Batu Gajah, dan Desa Ulu
Kepala BPS Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, menjelaskan sebelumnya pihaknya telah melaksanakan sosialisasi program Desa Cantik di tingkat kecamatan. Setelah itu, BPS Natuna melanjutkan dengan pembinaan kepada desa-desa yang dipilih.
Menurut Wahyu, hingga saat ini pihaknya sudah empat kali melaksanakan pembinaan kepada aparatur desa. Pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang statistik dan pengelolaan data desa.
| Baca juga: Babinsa Percepat Koperasi Merah Putih |
Ia mengatakan, pelatihan yang diberikan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga menyangkut pendampingan teknis dalam pengelolaan data. Mulai dari proses pengumpulan data hingga penyusunan produk statistik desa.
“Tujuan akhirnya sebenarnya adalah menghasilkan produk statistik desa yang baik, baik dalam bentuk infografis maupun publikasi data,” ujar Wahyu Selasa 12 Mei 2026.
Ia menambahkan, program Desa Cantik bertujuan agar desa mampu mandiri dalam mengelola dan menyajikan data secara akurat. Dengan demikian, desa dapat memiliki basis data yang kuat untuk mendukung pembangunan.
Wahyu menjelaskan, penilaian Desa Cantik tingkat nasional nantinya tidak dilakukan oleh BPS Natuna. Pihaknya hanya bertugas melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap desa yang telah dipilih.
Penilaian nasional, kata dia, akan melihat sejauh mana produk statistik desa dapat dimanfaatkan dan disajikan dengan baik. Produk statistik tersebut nantinya akan dibandingkan dengan desa-desa lain dari seluruh Indonesia.
“Tentu ada kemungkinan lebih dari satu desa lolos, tergantung hasil penilaian nasional. Kami berharap ketiga desa ini bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.
| Baca juga: Babinsa Tingkatkan Komsos Dengan Warga |
Ia juga menyebut pemilihan desa binaan dilakukan secara selektif. Menurutnya, desa yang dipilih harus memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengelolaan data serta kesiapan aparatur desa untuk belajar statistik.
Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Gajah, Adi Syahdiman, menyambut baik pendampingan yang dilakukan BPS Natuna. Ia mengaku program tersebut membuka wawasan perangkat desa tentang pentingnya data yang akurat dan valid.
Menurut Adi, bimbingan yang diberikan BPS Natuna sangat membantu aparatur desa memahami tata kelola data statistik. Ia berharap pendampingan terus dilakukan agar desa mampu meningkatkan kualitas pendataan.
“Dengan pembinaan ini, perangkat desa jadi lebih memahami pentingnya data yang valid dan akurat untuk mendukung pembangunan desa,” katanya.
Adi mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi desa selama ini adalah kemampuan analisis data serta pemahaman mengenai sumber data yang tepat. Namun melalui pelatihan yang diberikan, perangkat desa mulai memahami dasar-dasar statistik.
Ia berharap seluruh perangkat desa di Batu Gajah memiliki kemampuan dasar di bidang statistik sehingga dapat mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data secara mandiri. Selain itu, data yang dihasilkan diharapkan lebih mudah dipahami masyarakat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....