KKKS Harbour Energi Sosialisasikan Survei Migas Tuna di Natuna

  • 07 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Harbour Energy⁠ menggelar sosialisasi kegiatan geophysical dan geotechnical survey wilayah kerja migas Tuna . Sosialisasi berlangsung di Ballroom Resort Adiwana Jelita Sejuba, Natuna pada kamis, 7 Mei 2026 pagi.

Sosialisasi yang digelar tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan lapangan migas strategis di perairan Natuna. Dalam kegiatan itu hadir unsur Pemerintah daerah, Forkopimda, Media massa, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait sektor energi.

Survei geophysical dan geotechnical dilakukan untuk memperoleh data kondisi bawah laut dan struktur geologi . Data tersebut sangat penting yang menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan lapangan migas Tuna ke depan.

Kegiatan sosialisasi ini juga dinilai penting guna menentukan arah pengembangan eksplorasi energi secara terukur dan berkelanjutan. Pengembangan eksplorasi yang terukur dinilai akan dapat menjaga keberlangsungan pengembangannya.

Untuk wilayah kerja migas Tuna berada di lepas pantai Natuna Timur, Laut Natuna Utara, yang berbatasan langsung dengan Vietnam. Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah strategis migas Indonesia dengan potensi cadangan gas yang cukup besar.

Mewakili Management Harbour Energi dalam sambutannya, Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, menyampaikan bahwa Harbour Energy merupakan perusahaan migas asal Inggris yang menjadi operator wilayah kerja migas Tuna. Ia menjelaskan, pengembangan industri migas membutuhkan investasi dan pembiayaan yang besar.

Menurutnya, Harbour Energy telah memperoleh persetujuan pemerintah sejak tahun 2020 untuk melanjutkan pengembangan lapangan migas tersebut.

“Tujuan utama kami hadir di sini adalah bertemu masyarakat dan pemerintah daerah agar mendapat dukungan dan ijin dalam pengembangan wilayah kerja Tuna. Jika produksi migas berhasil berjalan, tentu manfaatnya juga akan kembali ke daerah,” kata Andri Kristianto.

Andri juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan . Dukungan tersebut penting agar proses pengembangan wilayah kerja migas Tuna dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, industri migas selama ini kerap mendapat pandangan negatif karena dianggap hanya mengambil sumber daya alam tanpa memberikan dampak yang nyata bagi daerah. Karena itu, Harbour Energy berupaya membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat serta pemerintah daerah.

Sementara itu, Bupati Natuna, Cen Sui Lan menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung kegiatan eksplorasi migas yang dilakukan Harbour Energy. Bupayti menilai kegiatan eksplorasi akan dapat membuka peluang ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Natuna di masa mendatang.

Ia mengatakan Natuna merupakan salah satu wilayah Indonesia yang memiliki potensi cadangan energi cukup besar. Dengan potensi itu maka perlu dikelola dan dikembangkan secara optimal demi mendukung ketahanan energi nasional.

“Natuna memiliki cadangan energi yang cukup besar. Potensi ini harus dieksplorasi dan dikembangkan dengan baik sehingga hasilnya nantinya dapat kembali dirasakan oleh daerah dan masyarakat Natuna,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap kegiatan pengembangan sektor migas di Natuna berdampak positif terhadap sektor energi nasional. Tidak kalah penting lagi mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis terkait pelaksanaan geophysical dan geotechnical survey wilayah kerja migas Tuna. acara sosialisasi dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta yang hadir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....