Mengenal Peringatan Hari Tanaman Karnivora Sedunia

  • 04 Mei 2026 09:50 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Tanaman Karnivora Sedunia dirayakan pada hari Rabu pertama bulan Mei. Perayaan ini bertujuan untuk mempromosikan pendidikan, konservasi, dan apresiasi terhadap tanaman karnivora.

Melansir dari Days Of The Year, Hari Tanaman Karnivora Sedunia diprakarsai oleh International Carnivorous Plant Society (ICPS) pada tahun 2021. Ide perayaan ini muncul setahun sebelumnya yang digagas oleh seorang ahli biologi asal Polandia, Krzysztof Banaś.

Perayaan ini biasanya di isi dengan acara dan seminar, di mana para pendukung dapat berkumpul untuk belajar dari berbagai pakar di bidang ini. Berbagai penghobi, profesor, pemilik pembibitan, penulis, dan pecinta tanaman lainnya dapat berkumpul secara langsung atau daring untuk mengakses konten yang menarik, baik secara langsung maupun rekaman.

Selain itu, ICPS juga menyediakan merchandise untuk mendukung perayaan ini, termasuk barang-barang menarik seperti kaos, sweter, hoodie, cangkir kopi, dan masih banyak lagi. Semua barang tersebut memiliki logo unik yang dibuat khusus untuk Hari Tanaman Karnivora Sedunia.

Salah satu kisah paling ikonik yang menampilkan cerita tentang tanaman karnivora adalah Little Shop of Horrors. Inspirasi untuk film ini kemungkinan besar bermula dari sebuah buku yang ditulis pada tahun 1932 oleh John Collier, yang menceritakan kisah tentang tanaman pemakan manusia.

Kemudian, buku itu diadaptasi menjadi film komedi horor pada tahun 1960, yang menampilkan Jack Nicholson muda. Remake film ini adalah versi musikal yang dibuat pada tahun 1986, dibintangi oleh Rick Moranis.

Tumbuhan karnivora adalah jenis tumbuhan yang mendapatkan nutrisi, khususnya nitrogen dan fosfor dengan menjebak, menangkap, dan mencerna serangga atau hewan kecil lainnya. Mereka beradaptasi di tanah miskin nutrisi seperti rawa gambut dengan berevolusi memiliki jebakan khusus, namun tetap melakukan fotosintesis.

Terdapat lebih dari 600 spesies tanaman karnivora yang dikenal di seluruh dunia, yang tersebar di hampir semua benua kecuali Antartika. Spesies ini terus bertambah seiring penemuan baru, dengan setidaknya 583 spesies sudah terdokumentasi dalam 20 genus yang mewakili berbagai mekanisme jebakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....