Hari Tuna Sedunia Setiap 2 Mei, Simak Sejarahnya
- 01 Mei 2026 09:35 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Hari Tuna Sedunia diperingati secara global setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Peringatan ini bertujuan untuk mengatasi penurunan populasi tuna yang mengkhawatirkan akibat penangkapan ikan berlebihan.
Melansir dari situs resmi PBB, Hari Tuna Sedunia secara resmi ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2016 dan mulai dirayakan pada tanggal 2 Mei 2017. PBB ingin menyoroti pentingnya konservasi tuna dan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan.
Di masa lalu, meningkatnya permintaan global akan tuna memberikan tekanan yang semakin besar pada perikanan. Di wilayah-wilayah di mana sistem pengelolaan terfragmentasi atau tidak memadai, hal ini menyebabkan penangkapan ikan berlebihan pada beberapa stok tuna.
Pada tahun 2017, hanya 75% dari tangkapan tuna berasal dari stok yang sehat dan bebas dari penangkapan ikan berlebihan. Saat ini, diperkirakan 99% dari tangkapan tuna komersial berasal dari stok yang secara ilmiah dinilai berkelanjutan secara biologis, misalnya tuna sirip biru Atlantik, yang dulunya tidak ada, kini kembali umum ditemukan di Inggris selatan dan Irlandia.
Pemulihan ini berkat upaya terkoordinasi dari pemerintah melalui lima organisasi pengelolaan perikanan tuna regional. Keberhasilan mereka berasal dari penerapan prosedur pengelolaan yang teapt.
Ini adalah aturan yang disepakati oleh para ilmuwan, pengelola, dan nelayan sebelum penangkapan ikan dimulai. Hal ini juga didorong oleh peningkatan pemantauan, pengendalian, dan pengawasan, termasuk pemantauan elektronik, dan investasi dalam pelatihan ilmiah dan kualitas data.
FAO, salah satu badan khusus PBB saat ini memimpin program Proyek Tuna Laut Bersama FAO yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua stok tuna utama ditangkap pada tingkat yang berkelanjutan pada tahun 2027. Hal ini dilakukan untuk mendukung perikanan tuna yang lebih bertanggung jawab dan konservasi keanekaragaman hayati.
Proyek ini sudah mengembangkan serangkaian kursus e-learning baru, seperti prosedur pengelolaan untuk perikanan tuna berkelanjutan dan meningkatkan pelatihan untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk peningkatan kapasitas, seiring dengan meluasnya adopsi prosedur pengelolaan di seluruh dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....