Hari Ibu Bumi Internasional Setiap 22 April, Simak Sejarahnya

  • 20 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Ibu Bumi Internasional dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang isu-isu lingkungan seperti polusi, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati, serta mempromosikan keharmonisan dengan alam.

Melansir dari situs resmi PBB, Hari Ibu Bumi ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi yang diadopsi pada tahun 2009. PBB merayakan peringatan ini melalui inisiatif Harmoni dengan Alam, sebuah platform untuk pembangunan berkelanjutan global yang setiap tahunnya merayakan dialog interaktif pada peringatan ini.

Akar dari perayaan ini berasal dari tahun 1970-an ketika perlindungan lingkungan belum menjadi prioritas agenda politik nasional. Konferensi PBB tentang Lingkungan Manusia tahun 1972 di Stockholm menandai awal kesadaran global tentang saling ketergantungan antara manusia, spesies hidup lainnya, dan bumi, serta penetapan Hari Lingkungan Sedunia pada tanggal 5 Juni dan Program Lingkungan PBB.

Sejak saat itu, gerakan global ini menyebar ke seluruh dunia, dengan PBB membantu mendorong kesadaran lingkungan melalui berbagai konferensi besar.

Pada tahun 1992, Agenda 21, Deklarasi Rio tentang Lingkungan dan Pembangunan, dan Pernyataan Prinsip untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan diadopsi oleh lebih dari 178 Pemerintah pada KTT Bumi Rio de Janeiro, konferensi besar pertama di mana Pembangunan Berkelanjutan menjadi isu utama yang dibahas oleh negara-negara anggota.

Sejak saat itu, semua upaya untuk melestarikan lingkungan mengalami pertumbuhan eksponensial: dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) tahun 1994 dan tindak lanjut KTT Bumi tahun 2002, yang diadakan di Johannesburg, hingga deklarasi tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Planet Bumi dan Perjanjian Paris 2015 tentang perubahan iklim.

Baru-baru ini, Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan 17 Tujuannya membuka jalan yang lebih hijau, bersih, dan adil bagi semua. Pada Desember 2022, dunia bersatu dan menyepakati rencana global keanekaragaman hayati untuk menetapkan tujuan dan langkah-langkah konkret untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya alam pada tahun 2050.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....