Ini Penyebab Debet Air Perumda di Sedanau Terkendala

  • 15 Mar 2026 22:26 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Penyebab sulitnya warga Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat dalam mendapatkan air bersih melalui pipa Perumda Tirta Nusa terjawab dalam dialog di RRI Ranai pada Jum’at 13 Maret 2026. Dialog yang menghadirkan Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna Zaharuddin menyimpulkan adanya ketidaksesuaian antara debit air dengan jumlah pelanggan air bersih di kawasan tersebut.

Zaharuddin menjelaskan dari evaluasi yang dilakukan pihaknya bahwa untuk kapasitas air bersih di Sedanau hanya 5 liter perdetik. Dengan kapasitas sebesar itu kata Zaharuddin idealnya air bersih yang terdistribusi hanya untuk sekitar 300-an pelanggan.

Dalam kondisi saat ini pihak Perumda Tirta Nusa membagi kawasan pendistribusian air bersih di Sedanau dengan 4 Zona. Dikatakannya lagi bahwa untuk 4 zona tersebut jumlah pelanggan juga tersebar tidak merata .

Sedangkan berdasarkan catatan Perumda Tirta Nusa Natuna sendiri, jumlah pelanggan air bersih mencapai sekitar seribu rumah tangga. Dengan jumlah pelanggan sebanyak itu menurutnya jelas tidak mampu memenuhi debit air secara merata ke rumah rumah pelanggan.

“ Kemaren di Sedanau Alhamdulillah sudah ada perbaikan perluasan jaringan kita, sudah kembali beroperasi dengan normal. Kendala itu pasti ada, karena dengan kapasitas air 5 liter perdetik yang layaknya hanya mampu melayani sekitar 300 pelanggan saja, namun kita paksakan untuk melayani seribu pelanggan “ Ujarnya kepada Presenter Elmi Subayang.

Menurutnya, masyarakat setempat banyak tidak mengerti, dengan kapasitas air yang hanya 5 liter perdetik tidak layak untuk beroperasi melayani pelanggan yang berjumlah sekitar seribu rumah. Kebetulan pembangunannya saat itu kata Zaharuddin terjadi pada masa sebelum ia menjabat sebagai Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna.

Dengan kondisi sekarang ini ujarnya lagi, pihaknya akan menggiring secara betul betul dalam perluasan jaringan air bersihdi Sedanau. Zaharuddin menegaskan pihaknya tidak mau jika nanti masyarakat menyalahkan Perumda Natuna.

“Jika nanti tidak mampu, maka jangan dipaksakan dong. Jangan mengecewakan. Apa artinya kita memberi orang, tapi akhirnya mengecewakan orang” Ujarnya lagi mendekati sesi akhir dialog yang dipandu Presenter RRI Ranai Elmi Subayang.

D

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....