Mengenal Sejarah Hari Doa Sedunia dan Tema 2026

  • 05 Mar 2026 05:51 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Doa Sedunia diperingati secara global setiap hari Jumat pertama pada bulan Maret. Peringatan ini merupakan gerakan yang berfokus pada doa dan tindakan yang berlandaskan pengetahuan.

Melansir dari Days Of The Year, Pada akhir abad ke-19, perempuan Kristen di Amerika Serikat dan Kanada mulai mengorganisir kegiatan bersama untuk mendukung misi baik secara lokal maupun global. Mereka percaya pada kekuatan doa bersama dan berupaya melibatkan lebih banyak perempuan dalam upaya ini.

Pada tahun 1887, Mary Ellen Fairchild James dari Brooklyn, New York, menyerukan hari doa nasional yang berfokus pada misi domestik. Inisiatif ini menginspirasi perempuan dari berbagai denominasi untuk berkolaborasi, yang mengarah pada pembentukan komite bersama yang didedikasikan untuk mengorganisir acara doa bersama.

Pada tahun 1920, Jumat pertama masa Prapaskah ditetapkan sebagai hari doa bersama untuk misi, dan mendapat penerimaan luas. Pada tahun 1922, perempuan Kanada mengadopsi praktik ini, menyelaraskan perayaan mereka dengan rekan-rekan mereka di Amerika.

Momentum gerakan ini terus berlanjut, dan pada tahun 1927, secara resmi dinamai Hari Doa Sedunia Perempuan. Selama bertahun-tahun, peringatan ini tterus berkembang dan menjadi Hari Doa Sedunia, yang dirayakan setiap tahun di lebih dari 170 negara, menekankan persatuan global dan spiritualitas bersama.

Tahun ini, Hari Doa Sedunia yang diperingati pada Jumat, 6 Maret 2026 mengusung tema "I will give you rest, come". Perayaan tahun ini berfokus pada pencarian istirahat spiritual dan fisik, kedamaian, dan ketahanan di tengah perjuangan hidup, beban, dan, bagi banyak orang, tantangan sistemik, serta menawarkan pesan harapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....