Hari Margasatwa Sedunia Setiap 3 Maret, Ini Sejarahnya

  • 02 Mar 2026 20:10 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Setiap tanggal 3 Maret secara global diperingati sebagai Hari Margasatwa Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global akan fauna dan flora sebagai bagian penting dari ekosistem alam.

Melansir dari situs resmi PBB, Hari Margasatwa Sedunia ditetapkan oleh Sidang Majelis Umum PBB ke-68 pada tanggal 20 Desember 2013. Diusulkan oleh Thailand, tanggal ini menandai adopsi Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah atau Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) pada tahun 1973.

Sebelumnya, tanggal 3 Maret telah ditetapkan sebagai Hari Margasatwa Sedunia dalam sebuah resolusi yang dibuat pada pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak CITES (CoP16) yang diadakan di Bangkok dari tanggal 3 hingga 14 Maret 2013. Resolusi CITES tersebut disponsori oleh Kerajaan Thailand, Tuan Rumah CITES CoP16, yang menyampaikan hasil CITES CoP16 kepada Majelis Umum PBB.

Sekretariat CITES bekerja sama dengan organisasi-organisasi dibawah PBB dalam pelaksanaan Hari Margasatwa Sedunia. Dengan 183 Negara Anggota, CITES tetap menjadi salah satu alat paling ampuh di dunia untuk konservasi keanekaragaman hayati melalui pengaturan perdagangan hewan dan tumbuhan liar.

Tahun ini, tema Hari Margasatwa Sedunia adalah “Medicinal and Aromatic Plants: Converving Health, Heritage and Livelihoods”. Tema tahun ini menyoroti peran penting tanaman obat dan aromatik dalam menjaga kesehatan manusia, warisan budaya, dan mata pencaharian lokal, serta menunjukkan tekanan yang semakin meningkat yang mereka hadapi akibat hilangnya habitat, panen berlebihan, dan perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....