Fenomena Bullying Masih Jadi Perhatian

  • 14 Feb 2026 18:04 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Fenomena bullying menjadi isu serius di lingkungan pendidikan karena dampaknya terhadap psikologis siswa. Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa kasus bullying masih ditemukan baik di sekolah dasar, menengah, maupun di lingkungan sekolah menengah atas.

Dalam buku The Bully, the Bullied, and the Bystander karya Barbara Coloroso, bullying dijelaskan sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang kali dengan maksud menyakiti atau merendahkan korban, baik secara fisik maupun verbal.

Psikolog anak dan remaja, Dr. Intan Permata, mengatakan bahwa cyberbullying kini menjadi bentuk yang paling banyak dilaporkan karena intensitas penggunaan media sosial oleh anak dan remaja. “Efeknya bisa jauh lebih berat karena korban merasa tidak punya zona aman, bahkan di rumah sekalipun,” ujarnya.

Selain dampak emosional seperti rasa rendah diri dan kecemasan, korban bullying juga rentan mengalami gangguan tidur dan prestasi belajar yang menurun. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Child Development menemukan hubungan kuat antara pengalaman bullying dan meningkatnya risiko depresi pada remaja.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau sekolah untuk menerapkan program anti-bullying dengan melibatkan guru, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.

Orang tua dan wali murid juga diingatkan untuk aktif berdiskusi dengan anak tentang pengalaman mereka di sekolah serta memperhatikan perubahan sikap yang bisa menjadi indikasi bahwa anak menghadapi masalah bullying.

Pakar pendidikan menilai bahwa pencegahan bullying perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat pendidikan karakter di sekolah dan di rumah sebagai upaya jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....