Tanda Kleptomania dan Cara Mengatasinya

  • 14 Feb 2026 09:02 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kleptomania tergolong sebagai gangguan mental yang dipicu oleh masalah emosional atau kontrol diri. Orang yang memiliki gangguan kontrol impuls seperti ini akan sulit menahan godaan atau dorongan untuk melakukan tindakan yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai tanda kleptomania agar mendapatkan penanganan.

Bagi seorang kleptomania, tindakan mencuri bukan karena mereka membutuhkan atau menginginkan barang tersebut, melainkan karena mereka tidak mampu menahan keinginan untuk mencuri. Barang yang dicuri pun sebenarnya mampu mereka beli sendiri atau bahkan tidak memiliki nilai ekonomi sama sekali. Kleptomania tidak sama dengan pencurian yang dilandasi oleh motif kriminal. Dilansir dari www.alodokter.com, berikut ini adalah beberapa tanda kleptomania yang sering dialami oleh penderitanya:

1. Mencuri di mana saja

Salah satu tanda kleptomania yang utama adalah keinginan tak tertahankan untuk mencuri di mana saja. Biasanya, seorang kleptomania mencuri di lokasi ramai, seperti supermarket atau toko. Namun, tak jarang mereka juga bisa mencuri di tempat pribadi, seperti rumah teman atau kerabat.

2. Merasakan ketegangan yang meningkat sebelum mencuri

Sebelum mencuri, penderita kleptomania biasanya merasakan ketegangan yang begitu hebat. Rasa tegang yang hadir ini berkaitan dengan gangguan kontrol impuls yang tak terkendali.

3. Merasa lega dan senang setelah mencuri

Tanda kleptomania lain yang dialami penderitanya adalah merasa lega, senang, atau bahkan puas setelah mencuri suatu barang. Namun, mereka juga akan langsung merasa malu, bersalah, menyesal, benci pada diri sendiri, atau muncul rasa takut akan ditangkap.

4. Tidak pernah menggunakan barang-barang yang dicuri

Barang-barang yang dicuri oleh seorang kleptomania sering kali hanya diletakkan, disimpan, atau diberikan lagi pada orang lain. Bahkan, tak jarang barang curian tersebut dikembalikan kepada pemiliknya secara diam-diam.

5. Memiliki dorongan mencuri yang hilang dan timbul

Dorongan untuk mencuri dapat datang dan pergi juga menjadi salah satu tanda kleptomania. Pencurian juga bisa terjadi dengan intensitas yang lebih besar atau lebih kecil dari waktu ke waktu. Selain itu, pencurian yang dilakukan penderita kleptomania tidak didasarkan alasan halusinasi, delusi, marah, atau balas dendam.

Penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik dan gangguan keseimbangan hormon di otak, yaitu hormon serotonin dan hormon dopamin. Bahkan, penderita kleptomania terkadang juga memiliki gangguan kejiwaan lain, seperti depresi, rasa cemas berlebihan, gangguan kepribadian, gangguan suasana hati, atau gangguan pola makan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....