Diplomasi Bukan Sekadar Politik, Tetapi "Seni"

  • 10 Feb 2026 14:16 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Selama ini, diplomasi sering kali dibayangkan sebagai pertemuan kaku di balik meja perundingan yang penuh dengan protokol formal. Namun, bagi Ani Nigeriawati, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, diplomasi adalah sebuah "seni" yang jauh lebih luas dari sekadar urusan politik dan perjanjian tertulis.

Dalam bincang santai di kanal YouTube Abdel Achrian, Ani mengungkapkan bahwa wajah diplomasi Indonesia saat ini sangat bergantung pada kekuatan soft power.  Ini merupakan sebuah pendekatan yang mengedepankan pengaruh melalui budaya, komunikasi, dan daya tarik bangsa.

Ani menekankan bahwa inti dari diplomasi adalah membangun kepercayaan (mutual trust). Hal ini tidak bisa dicapai hanya melalui pernyataan resmi, melainkan lewat interaksi manusiawi yang menyentuh hati.

"Diplomasi itu adalah sebuah seni, profesi, sekaligus proses jangka panjang. Manfaatnya mungkin tidak langsung terasa hari ini, tapi ia membangun fondasi agar bangsa lain menaruh hormat dan percaya pada kita," ujar Ani.

Ia mencontohkan bagaimana Indonesia menggunakan kekayaan budayanya, mulai dari kuliner, fesyen, hingga music sebagai "senjata" untuk memenangkan hati masyarakat internasional. Melalui program seperti beasiswa seni dan budaya bagi pemuda asing, Indonesia menciptakan "duta-duta" baru yang akan bercerita baik tentang Nusantara di negaranya masing-masing.

Salah satu tugas utama Ani sebagai Direktur Diplomasi Publik adalah membumikan diplomasi agar bisa dipahami oleh masyarakat luas. Ia ingin publik tahu bahwa setiap pelaku seni, atlet, bahkan mahasiswa yang berada di luar negeri sebenarnya adalah aktor diplomasi.

"Pesan kita harus memiliki resonansi. Bukan hanya didengar dan dipahami, tapi juga diterima oleh audiens internasional," tambahnya.

Kepercayaan Ani bahwa diplomasi adalah seni dibuktikan secara personal dimana Ia sendiri aktif dalam The Diplomats Band, sebuah wadah bagi para diplomat untuk menyalurkan bakat musik mereka. Baginya, musik adalah bahasa universal yang bisa mencairkan suasana paling kaku sekalipun di lingkungan diplomatik.

Dengan pendekatan yang lebih dinamis dan humanis, Ani Nigeriawati optimis bahwa citra Indonesia akan semakin kuat.  Bukan melalui paksaan politik, melainkan melalui pesona budaya dan kemahiran dalam "seni" berdiplomasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....