Mengenal Hari Persaudaraan Manusia Internasional Setiap 4 Februari

  • 03 Feb 2026 20:20 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Persaudaraan Manusia Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 4 Februari. Peringatan ini bertujuan sebagai pengingat kita semua bahwa kita adalah bagian dari satu keluarga manusia, yaitu beragam dalam budaya dan kepercayaan, setara dalam martabat, dan lebih kuat ketika kita memilih rasa hormat daripada kecurigaan.

Melansir dari dari situs resmi PBB,  Hari Persaudaraan Manusia Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada bulan Desember 2020 melalui Resolusi 75/200. Penetapan perayaan ini untuk memperingati penandatanganan "Dokumen tentang Persaudaraan Manusia" pada tahun 2019 oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Ahmad Al-Tayyeb di Abu Dhabi.

Di tengah meningkatnya ketegangan dan polarisasi, persaudaraan manusia bukan hanya sebuah cita-cita, tetapi juga komitmen praktis untuk hidup bersama secara damai dan melindungi hak serta martabat setiap orang. Menciptakan ruang, baik daring maupun luring, di mana perbedaan dapat didiskusikan tanpa menimbulkan bahaya.

Persaudaraan antarmanusia untuk perdamaian dan kerja sama didasarkan pada pengakuan sederhana, yaitu orang-orang dari semua agama dan kepercayaan memberikan kontribusi yang berharga dan abadi bagi umat manusia. Dialog antar komunitas agama dan kepercayaan dapat memperdalam pemahaman dan menyoroti nilai-nilai bersama.

Pendidikan memainkan peran penting dalam memelihara prinsip-prinsip ini dan mencegah diskriminasi berdasarkan agama atau kepercayaan. Toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan perbedaan sangat penting bagi persaudaraan antarmanusia dan harmoni sosial, itulah sebabnya dialog antaragama dan antarbudaya penting di setiap tingkatan, baik itu global, regional, nasional, dan lokal.

Tahun ini, tema Hari Persaudaraan Manusia Internasional adalah “Dialogue Over Division”. Tema tahun ini mengajak kita semua untuk mengutamakan dialog daripada perpecahan. Dialog bukan berarti kita harus sepakat dalam segala hal, artinya kita mendengarkan dengan saksama, berbicara dengan bertanggung jawab, dan mengakui kemanusiaan satu sama lain, terutama ketika kita merasa takut, marah, atau tidak yakin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....