Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan, Ini Penyebabnya
- 18 Jun 2025 21:23 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Populasi kunang-kunang di Indonesia dan dunia semakin menurun dan sulit ditemukan di alam bebas. Penelitian dari jurnal BioScience (2020) menyebutkan bahwa hilangnya habitat alami dan polusi cahaya merupakan penyebab utama penurunan jumlah kunang-kunang.
Selain itu, polusi cahaya dari lampu jalan dan gedung mengganggu sistem komunikasi kunang-kunang yang menggunakan cahaya tubuhnya untuk mencari pasangan. Penelitian dalam Nature Communications menunjukkan bahwa cahaya buatan dapat mengurangi aktivitas kawin kunang-kunang hingga 50 persen.
Penggunaan pestisida jenis neonicotinoid juga berdampak negatif dengan membunuh larva kunang-kunang yang hidup di tanah dan air. Hal ini sebagaimana diungkap dalam laporan Environmental Science and Pollution Research.
Perubahan iklim turut memperburuk kondisi dengan meningkatkan suhu dan pola cuaca ekstrem yang merusak habitat lembab dan gelap yang dibutuhkan kunang-kunang untuk berkembang biak. Kondisi ini membuat mereka kesulitan beradaptasi dan mempersempit wilayah sebaran mereka.
Fenomena hilangnya kunang-kunang bukan hanya menjadi kehilangan secara ekologis, tetapi juga kehilangan nilai budaya dan estetika. Banyak masyarakat yang memiliki kenangan masa kecil dengan cahaya kunang-kunang yang kini sulit ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....