Mengapa Tape Singkong Bisa Memabukkan
- 24 Apr 2025 08:22 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Tape singkong adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi dengan bantuan ragi. Meskipun dikenal sebagai camilan manis dan lembut, tape singkong dapat mengandung alkohol dalam jumlah yang signifikan akibat proses fermentasi tersebut.
Dikutip dari jurnal berjudul Pengaruh Jenis Singkong dan Ragi Terhadap Kadar Etanol Tape Singkong, Fermentasi tape singkong melibatkan mikroorganisme seperti ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang mengubah pati dalam singkong menjadi gula sederhana. Gula ini kemudian difermentasi menjadi alkohol (etanol) dan gas karbon dioksida.
Studi lain oleh Huda dkk. (2021), menemukan bahwa kadar alkohol tertinggi dalam tape singkong terjadi pada fermentasi selama 72 jam, dengan kadar alkohol mencapai 2,916 persen. Perbedaan kadar alkohol ini dapat disebabkan oleh variasi dalam metode fermentasi, jenis singkong, dan kondisi lingkungan selama proses fermentasi.
Disamping itu menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-4018-1996, batas maksimum kandungan alkohol dalam makanan dan minuman adalah antara 8 hingga 20 persen v/v. Penelitian oleh Ani Sofiyati dkk. (2021), di Surabaya Timur menemukan bahwa dari 30 sampel tape singkong yang dijual di supermarket, 83 persen memiliki kadar alkohol rata-rata 6,23 persen yang masih berada di bawah batas maksimum SNI . Namun, 17 persen sampel lainnya memiliki kadar alkohol yang melebihi batas tersebut.
Oleh sebab itu, kandungan alkohol yang berlebihan tersebut dapat menyebabkan efek memabukkan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Kadar alkohol ini dapat meningkat seiring dengan lamanya fermentasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis singkong dan ragi yang digunakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....