Ustadz Sahidin: Enggan Bersholawat termasuk Pelit
- 31 Agt 2026 12:29 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Ustadz Sahidin mengatakan orang yang paling pelit adalah mereka yang enggan bersholawat ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiyah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW HKS atau Himpunan Keluarga Serasan Ranai Natuna, Minggu pagi, 30 Agustus 2026.
Ustadz Sahidin menjelaskan, Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutus Allah SWT kepada umat manusia. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, tidak ada lagi nabi yang diutus sehingga umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga ajaran dan keteladanan yang telah disampaikan Rasulullah.
Pengisi materi kajian, Ustadz Sahidin, dalam tausiyahnya mengatakan bersholawat merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. “Orang yang paling pelit adalah orang yang ketika disebut nama Nabi Muhammad SAW, dia tidak mau bersholawat,” ujarnya.
Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi juga perlu dipahami sebagai momentum untuk mengenang sejarah perjuangan Rasulullah dan memperkuat persatuan umat Islam. Menurutnya, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, ajaran Islam dilanjutkan oleh para sahabat hingga kemudian umat Islam menghadapi berbagai perbedaan dan perpecahan.
Menurut Ustadz Sahidin, terdapat kelompok tertentu yang tidak menyukai perayaan Maulid Nabi sehingga diperlukan pemahaman yang baik dalam memaknai kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, salah satu tujuan peringatan Maulid Nabi dalam sejarahnya adalah menjadi sarana untuk kembali mengumpulkan dan mempererat umat Islam.
Ia menyebut, Salahuddin Al-Ayyubi dari Qirbil memiliki peran dalam menghidupkan kembali peringatan Maulid Nabi sebagai salah satu upaya memperkuat persatuan umat. Sejarah Nabi kemudian ditulis dan disampaikan melalui syair serta berbagai kegiatan keagamaan sehingga masyarakat dapat berkumpul dan kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW.
Menurutnya, semangat tersebut masih relevan dalam pelaksanaan Maulid Nabi saat ini. Selain memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan Maulid dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan mengumpulkan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Ustadz Sahidin berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW. Nilai persatuan, silaturahmi, dan keteladanan Nabi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....