Tempe Adara Bertahan di tengah Persaingan Lauk
- 28 Agt 2026 17:44 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Tempe Adara yang diproduksi di Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, terus mempertahankan usahanya dengan menyesuaikan produksi terhadap kondisi permintaan pasar. Produk tempe tersebut menjadi salah satu pilihan lauk masyarakat, terutama ketika harga ikan maupun daging mengalami kenaikan.
Adinur, pembuat Tempe Adara, mengatakan jumlah produksi dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Adinur kepada RRI, Jumat 28 Agustus 2026, mengatakan produksi yang semula menggunakan lima kilogram kedelai kini dapat mencapai sepuluh kilogram dalam satu kali produksi, tergantung pesanan.
“Produksi kami tidak bisa langsung banyak karena permintaan pasar juga tidak selalu sama. Kalau ikan atau daging sedang murah, tempe kadang tidak terlalu banyak dicari, tetapi ketika harga lauk lain naik, tempe bisa menjadi pilihan alternatif.” Ia mengatakan kondisi tersebut membuat produksi harus disesuaikan dengan situasi pasar.
Adinur menjelaskan, proses produksi dilakukan dengan menjaga kebersihan dan memperhatikan kondisi suhu ruang selama fermentasi. Produk yang telah selesai diproses kemudian dipasarkan kepada pelanggan di wilayah Natuna maupun dikirim ke beberapa pulau.
Pemasaran Tempe Adara saat ini telah menjangkau Midai, Subi dan Serasan. Dalam sebulan, pengiriman ke luar pulau dapat dilakukan sekitar dua kali dengan jumlah kurang lebih 300 tempe, menyesuaikan permintaan yang masuk.

Yuniwati, salah satu pelanggan Tempe Adara, mengatakan dirinya ikut terlibat dalam membantu pemasaran produk sejak usaha tersebut mulai berkembang. Yuniwati kepada RRI, Jumat 28 Agustus 2026, mengatakan pemesanan biasanya dilakukan dua hingga tiga hari sebelum jadwal produksi.
“Yang saya suka dari Tempe Adara itu bersih, higienis, rasanya enak dan ketahanannya juga bagus. Kalau penyimpanannya tepat, tempe bisa bertahan sampai sekitar satu minggu.” Ia mengatakan kualitas tersebut menjadi pertimbangan dalam membantu memasarkan produk ke luar wilayah.
Yuniwati menilai kualitas dan kebersihan menjadi faktor penting ketika produk tempe dipasarkan hingga ke luar pulau. Menurutnya, produk yang mampu bertahan selama proses pengiriman akan lebih mudah diterima konsumen di daerah tujuan.
Sementara itu, Adinur berharap usaha Tempe Adara dapat berkembang dengan jangkauan pemasaran yang semakin luas. Ia juga memiliki keinginan untuk membangun rumah produksi khusus yang terpisah dari rumah induk sehingga proses pengolahan dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan terorganisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....