Tradisi Ulambana Vihara Samudra Bhakti Jadi Wujud Bhakti Keluarga
- 27 Agt 2026 10:48 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna — Vihara Samudra Bhakti menggelar tradisi Ulambana pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai bentuk penghormatan dan bakti sanak keluarga yang masih hidup kepada anggota keluarga maupun leluhur yang telah meninggal dunia. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mendoakan para leluhur.
Bhante Vuddiko menjelaskan, tradisi Ulambana pada dasarnya merupakan wujud bakti dari sanak keluarga, khususnya mereka yang masih hidup, kepada keluarga yang telah meninggal. Melalui tradisi ini, umat diajak melakukan kebajikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para leluhur.
Menurutnya, tradisi Ulambana berawal dari kisah seorang Bhikkhu bernama Mogallana atau Bhante Mogallana. Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pelaksanaan tradisi Ulambana dalam agama Buddha sebagai bentuk bakti kepada keluarga yang telah meninggal.
Bhante Vuddiko mengatakan, inti dari tradisi Ulambana adalah membantu sanak keluarga atau para leluhur yang telah meninggal agar dapat terlahir di alam yang lebih baik dan bahagia. Kebajikan yang dilakukan oleh keluarga yang masih hidup diharapkan dapat menjadi bentuk pertolongan sekaligus menambah kebajikan bagi keluarga.
“Tradisi Ulambana ini sebagai wujud rasa bakti untuk menolong atau membantu sanak keluarga atau para leluhur yang telah meninggal, agar bisa terlahir di alam yang lebih baik atau alam yang bahagia,” ujar Bhante Vuddiko.
Ia menambahkan, dalam tradisi Buddha, melakukan kebajikan untuk orang tua tidak berhenti ketika mereka masih hidup. Setelah meninggal dunia pun, anak dan sanak keluarga tetap memiliki kewajiban untuk mengingat, menghormati, dan melakukan kebajikan sebagai bentuk bakti kepada mereka.
Dalam pelaksanaannya, sanak keluarga dapat datang ke vihara untuk melakukan patidana sebagai wujud penghormatan dan bakti kepada keluarga yang telah meninggal. Menurut Bhante Vuddiko, hal tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga yang masih hidup untuk terus menumbuhkan kepedulian dan kebajikan.
Melalui tradisi Ulambana, umat diingatkan bahwa penghormatan kepada orang tua dan keluarga tidak semestinya hanya dilakukan setelah mereka meninggal dunia. Kepedulian, kasih sayang, penghormatan, dan perhatian justru perlu diberikan sejak orang tua maupun keluarga masih hidup agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....