DPRD Natuna Minta Pemda Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap di Serasan

  • 25 Agt 2026 11:31 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Anggota DPRD Kabupaten Natuna, M. Erimuddin, meminta Pemerintah Daerah mengambil langkah antisipasi apabila kondisi kualitas udara di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur semakin memburuk akibat kabut asap. M. Erimuddin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini telah terdapat sejumlah warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Serasan dan Serasan Timur.

Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat sekitar 34 pasien ISPA di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur. Selain itu, pada hari sebelumnya terdapat 26 pasien yang mendapatkan pelayanan rawat jalan.

“Yang jelas hari ini di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur itu sudah ada 34 pasien ISPA,” ujar M. Erimuddin.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena kelompok rentan seperti anak-anak, balita dan lanjut usia berpotensi lebih terdampak apabila kualitas udara terus menurun.

M. Erimuddin juga menyampaikan data pasien yang berada di wilayah Serasan Timur. Dari laporan yang diterimanya, terdapat sekitar 10 pasien, yang terdiri dari anak-anak, balita dan lansia.

Ia mengatakan, data mengenai kualitas udara maupun jumlah pasien masih perlu terus diperbarui dan dipastikan akurasinya. Hal ini karena terdapat peralatan yang disebut sudah cukup lama tidak dilakukan kalibrasi.

“Memang ada alat-alat, apakah alatnya akurat atau tidak, karena sudah lama tidak dikalibrasi. Tetapi yang jelas, kondisi masyarakat ini harus kita perhatikan,” Ucapnya

Sebagai langkah antisipasi, Erimuddin menyarankan pemerintah daerah mempertimbangkan kebijakan meliburkan sekolah apabila dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi kualitas udara semakin memburuk. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama apabila mereka harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Selain meliburkan sekolah, ia juga meminta pemerintah membatasi kegiatan masyarakat di ruang terbuka, terutama kegiatan yang berlangsung dalam waktu cukup lama. Sementara itu, pembagian masker telah dilakukan di sejumlah lokasi. Erimuddin menyebutkan, pada malam sebelumnya dilakukan pembagian masker kepada penumpang yang turun maupun naik di pelabuhan Serasan.

“Kalau pembagian masker sudah dilakukan. Tadi malam ada tim yang bergerak masuk, kemudian pemerintah kecamatan membagikan masker di pelabuhan kepada penumpang yang turun maupun yang naik,” Ujarnya

Ia menambahkan, Kecamatan Serasan Timur bahkan telah lebih dahulu melakukan pembagian masker kepada masyarakat pada 18 Agustus 2026 sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap. Erimuddin juga meminta pemerintah kecamatan berkoordinasi untuk mengantisipasi pelaksanaan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasanya berlangsung meriah dan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

Ia menilai kegiatan pawai yang dilakukan di ruang terbuka selama beberapa jam berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila kualitas udara semakin memburuk. Karena itu, jika kondisi tidak memungkinkan, kegiatan Maulid Nabi diharapkan cukup dilaksanakan di masjid tanpa pawai.

“Kalau kualitas udara semakin memburuk, kami minta kegiatan Maulid Nabi cukup dilaksanakan di masjid. Tidak harus pawai, karena kegiatan itu akan berlangsung sekitar tiga jam di tempat terbuka,” ujarnya.

Erimuddin menegaskan, dua langkah utama yang perlu dipertimbangkan pemerintah apabila kondisi udara memburuk adalah meliburkan sekolah serta membatasi kegiatan masyarakat di ruang terbuka. Ia berharap langkah tersebut dapat mencegah bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....