Kemarau, Warga Disarankan Jauhkan Benda Kering Dekat Rumah

  • 16 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Meskipun oleh BMKG kondisi cuaca di Natuna saat ini masih belum dapat dikatakan ekstrem, namun dampak kekeringan diharapkan selalu diwaspadai. Di rata rata wilayah Natuna dalam sepekan terakhir nyaris tanpa curah hujan yang menyebabkan distribusi air bersih terhambat seperti di Ranai dan sekitarnya.

Dalam menanggapi kondisi cuaca saat ini, Kadis Damkar Natuna Syawal Saleh menyarankan agar tanaman kering seperti rumput liar atau dahan dan ranting yang berdekatan dengan rumah tinggal dapat disingkarkan. Hal ini ujarnya agar saat adanya kebakaran lahan yang berdekatan dengan pemukiman warga, kobaran api tidak menjalar hingga ke rumah.

Saat berdialog di RRI Ranai pada Selasa,11 Agustus 2026 ia mememinta agar warga selalu mengantisipasi potensi kebakaran dengan kondisi cuaca panas dan tidak turunnya hujan. Hal ini ujarnya pernah terjadi saat Karhutla di Cemaga Bunguran Selatan membakar bangunan fasilitas umum karena merembetnya api.

“Kita berharap masyarakat dengan kondisi panas dan lahan kering, daun daun yang di pohon itu kering mati, bersihkanlah. Minimal sekitar 4 hingga 5 meter dari rumah” Ujarnya kepada Presenter RRI Ranai Rudiah.

Sementara itu menyinggung tentang sejumlah kawasan yang sering mengalami peristiwa Karhutla, Ia menyebutkan kawasan Puak di Kecamatan Bunguran Timur. Di Kawasan ini persisnya dekat pemakaman warga Tionghoa tercatat cukup sering mengalami peristiwa Karhutla.

Kawasan lainnya yang juga cukup sering terjadinya Karhutla Natuna yakni di Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan. Dan kawasan lainnya yang juga cukup sering yakni di Kecamatan Batubi.

Adanya aktifitas manusia seperti pembakaran lahan diduga sebagai penyebab dari terjadinya Karhutla. Damkar Natuna dalam hal ini ujarnya pernah menemukan adanya pembakaran lahan yang tidak lagi terkendali oleh sebab adanya angin kencang di sekitar Kawasan tersebut.

Damkar Natuna sebelumnya juga mencatat sejak januari hingga juli 2026, pihaknya telah menangani sebanyak 112 kali peritiwa Karhutla. Dikatakan hampir seluruh peristiwa Karhutla tersebut merupakan lahan lahan tidur milik warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....