Kemasan Bekas Disulap Jadi Tas Bernilai Ekonomi

  • 11 Agt 2026 16:43 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Sampah kemasan bekas yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif berupa tas. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari gerakan mengurangi sampah sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Pengolahan memanfaatkan kemasan isi ulang seperti sachet deterjen, sampo, kopi dan berbagai produk rumah tangga lainnya. Kemasan yang masih layak kemudian dibersihkan, dikeringkan, dipotong dan dirangkai menjadi bahan dasar pembuatan tas.

Penggerak Komunitas Kehati, Hazriani, kepada RRI, Selasa, 11 Agustus 2026, mengatakan pemanfaatan kemasan bekas menjadi tas merupakan salah satu cara sederhana untuk mengurangi timbulan sampah. Selain menjaga lingkungan, kegiatan tersebut juga dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

"Setiap kemasan yang kita kelola hari ini adalah warisan bumi yang kita jaga untuk nanti. Dari tangan kita, sampah bisa berubah menjadi berkah dan memiliki nilai yang lebih bermanfaat," ujarnya. Hazriani menjelaskan kreativitas dalam mengelola sampah dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk ramah lingkungan.

Dalam prosesnya, kemasan dikumpulkan dan dipilih berdasarkan kondisi serta motifnya, kemudian dicuci hingga bersih sebelum dikeringkan. Setelah itu, kemasan dipotong dan disusun sesuai pola, dijahit hingga membentuk badan tas, lalu dilengkapi tali maupun aksesori pendukung.

Menurut Hazriani, pemanfaatan sampah kemasan juga dapat menjadi sarana edukasi bagi keluarga dan masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Kebiasaan tersebut dinilai penting agar sampah yang masih memiliki potensi untuk digunakan kembali tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikreasikan menjadi produk bermanfaat. Langkah tersebut dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan kemasan bekas yang tersedia.

Gerakan mengolah sampah menjadi barang bernilai diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong budaya berkarya. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, sampah kemasan dapat memiliki usia guna lebih panjang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....