Petugas Hadapi Tantangan saat Sensus Ekonomi
- 23 Jun 2026 08:09 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Natuna terus berjalan dengan melibatkan petugas yang melakukan pendataan secara langsung ke rumah tangga maupun pelaku usaha. Keberhasilan sensus sangat bergantung pada kemampuan petugas menjangkau responden serta partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang akurat.
Dalam pelaksanaannya, petugas sensus melakukan pendataan secara door to door di berbagai wilayah. Pendataan tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.
Petugas Sensus Ekonomi 2026, Azmy, kepada RRI, Senin, 22 Juni 2026 mengatakan salah satu tantangan yang sering dihadapi di lapangan adalah menemui responden yang sedang tidak berada di rumah atau tempat usaha. Menurutnya, petugas harus menyesuaikan waktu dengan kesibukan responden agar proses pendataan dapat berjalan dengan baik.
"Tantangan yang kami hadapi di lapangan antara lain ketika datang ke rumah atau tempat usaha namun responden sedang tidak berada di tempat karena kesibukan. Karena itu kami harus menyesuaikan waktu dengan responden agar mereka merasa nyaman saat proses pendataan. Sebelum turun ke lapangan kami juga telah mengikuti pelatihan, dan nantinya akan ada evaluasi bersama dari pihak BPS," ujarnya.
Azmy menjelaskan seluruh petugas telah mendapatkan pelatihan sebelum diterjunkan ke lapangan. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pendataan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, kepada RRI, Senin, 22 Juni 2026 mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang diberikan masyarakat nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi.
"Kami mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus baik di rumah maupun di tempat usaha. Isian yang diberikan harus benar karena data tersebut sangat penting untuk menggambarkan kondisi ekonomi daerah. Kami juga memastikan seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Wahyu menegaskan seluruh petugas sensus dilengkapi identitas resmi yang dapat diperlihatkan kepada masyarakat saat melakukan pendataan. Ia juga memastikan data yang diberikan responden hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan disebarluaskan kepada pihak lain.
Melalui kerja sama antara petugas dan masyarakat, BPS berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan terpercaya. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam melihat arah perkembangan ekonomi daerah serta menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....