Kapar Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
- 08 Jun 2026 07:10 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna – Kayu apung yang selama ini dikenal masyarakat sebagai “kapar” umumnya hanya dianggap sebagai limbah yang terbawa arus laut dan terdampar di pesisir pantai. Namun, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Sabtu 6 Juni 2026, pandangan tersebut mulai berubah
.Melalui kegiatan edukasi lingkungan yang digelar di gedung Cakrawala Lanud RSA Natuna, masyarakat diperkenalkan pada berbagai cara pemanfaatan kapar menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan edukasi tersebut menghadirkan kepala Basarnas Natuna Abdul Rahman sebagai narasumber.

Kepala Basarnas Natuna saat memberikan pelatihan untuk pemanfaatan Kapar
Dalam pelatihan pemanfaatan limbah kayu apung, Abdul Rahman menjelaskan bahwa kapar yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif . Dengan mengolah sedemikian rupa maka Kapar sebenarnya juga memiliki nilai ekonomis yang bernilai jual.
Ia juga memperagakan secara langsung tahapan pengolahan kapar, mulai dari proses pemilihan kayu yang layak digunakan, pembersihan, pengeringan hingga proses perakitan menjadi berbagai bentuk kerajinan. Menurut Abdul Rahman, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan memungut sampah atau aksi bersih pantai semata.

Ibu - Ibu DWP KPP Basarnas Natuna saat lakukan rangkaian bunga di Kapar
Ia menilai diperlukan edukasi berkelanjutan agar masyarakat mampu melihat limbah sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai tambah.
“Jika kegiatan hanya berhenti pada aksi bersih pantai, maka dalam waktu singkat kondisi yang sama bisa kembali terjadi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memahami bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Warga Ranai Darat antusias mengikuti kegiatan pelatihan merangkai bunga di Fosil Kayu
Melalui pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai peluang ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal yang mudah ditemukan di wilayah pesisir Natuna. Kapar yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sampah kini dapat diubah menjadi beragam produk kerajinan, seperti hiasan dinding, gantungan kunci, miniatur, hingga pajangan dekoratif yang memiliki nilai estetika dan nilai jual.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya mengenai teknik pengolahan kayu, proses pemasaran produk, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari hasil kerajinan tersebut. Pada kesempatan itu, warga Ranai Darat yang dipimpin langsung oleh Lurah Ranai Darat, Era Juein Marisa, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan edukasi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Era Juein Marisa mengatakan pihaknya akan mengajak masyarakat Ranai Darat untuk mulai meningkatkan kreativitas dengan memanfaatkan berbagai jenis limbah maupun sampah yang masih dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Melalui pemanfaatan kapar menjadi produk kreatif, masyarakat diajak untuk melihat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....