BPBD Natuna Gelar Pelatihan Penanganan Karhutla

  • 13 Mei 2026 15:08 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID.Natuna-Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna menggelar pelatihan dasar penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menghadirkan peserta dari perwakilan sejumlah kecamatan di wilayah Natuna. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan yang rawan terjadi saat musim kemarau.

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan instruktur dari Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera II. Para peserta diberikan materi teori, praktik lapangan hingga simulasi pemadaman kebakaran secara langsung.

Salah seorang peserta, Imam Nawawi dari Kecamatan Bunguran Batubi, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Ia menyebut awalnya merasa terkejut karena penanganan Karhutla bukan bidang utama pekerjaannya di kantor kecamatan.

“Untuk pertama-tama memang agak terkejut, karena ini bukan bidang kami menangani langsung untuk Karhutla. Kami biasa sebagai koordinator di kecamatan,” ujar Imam Nawawi saat diwawancarai Rabu 13 April.2026

Meski demikian, ia mengaku sangat bersyukur mendapatkan pembekalan tersebut. Menurutnya, pelatihan itu memberikan pengetahuan penting agar aparat kecamatan memiliki kesiapan ketika menghadapi bencana kebakaran di wilayahnya.

Imam Nawawi juga mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Pelatihan ini menjadi pengalaman pertama baginya dalam memahami teknik dasar pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Setelah mengikuti pembekalan, Imam Nawawi berencana menyosialisasikan ilmu yang diperolehnya kepada rekan-rekan di kantor kecamatan. Selain itu, pihaknya juga akan membentuk kelompok masyarakat peduli api sesuai arahan BPBD dan instruktur pelatihan.

“Nanti kami akan sosialisasi kepada rekan kantor dulu, kemudian membentuk masyarakat peduli api. Di situ akan dibentuk ketua dan anggota, lalu kami berbagi wawasan yang kami dapatkan selama pelatihan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu instruktur dari Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera II, Edwin Putra, mengatakan sebanyak 10 peserta dari kecamatan rawan kebakaran di Natuna mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias tinggi.

Menurut Edwin, para peserta nantinya akan menjadi penanggung jawab atau PIC ketika terjadi kebakaran di wilayah kecamatan masing-masing. Ia menilai kemampuan peserta meningkat signifikan setelah mengikuti pelatihan dan simulasi lapangan.

“Pada saat simulasi akhir yang kita laksanakan tadi, mereka cukup cepat dan taktis sesuai harapan kami. Ada peningkatan signifikan terhadap kompetensi dan skill mereka, sehingga nantinya bisa berguna di lapangan,” ungkap Edwin Putra. Minggu 11 Mei 2026.

Edwin menjelaskan bahwa kegiatan pemadaman kebakaran memiliki risiko tinggi sehingga petugas harus dibekali kemampuan teknis yang memadai. Menurutnya, penggunaan peralatan pemadaman yang mahal dan kondisi medan yang berbahaya dapat mengancam keselamatan petugas jika tidak didukung keterampilan yang cukup.

Ia menambahkan, konsep utama dalam penanganan Karhutla adalah pengendalian kebakaran yang meliputi tiga tahapan penting, yakni pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kebakaran. Tahap pencegahan dilakukan melalui patroli, sosialisasi, pemasangan imbauan hingga pelatihan regu pemadam sebelum terjadi kebakaran.

Sedangkan pada tahap pemadaman, Edwin menekankan pentingnya respon awal atau pemadaman sejak api masih kecil. Menurutnya, jika kebakaran cepat ditangani dengan peralatan sederhana sekalipun, maka potensi meluasnya api dapat dicegah. Ia juga menegaskan bahwa pasca kebakaran perlu dilakukan rehabilitasi lahan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, karena sebagian besar kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh faktor manusia, baik disengaja maupun karena kelalaian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....