SPPG Bandarsyah Natuna Raih Sertifikat Laik Sehat Pertama

  • 03 Mar 2026 09:10 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna -Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandarsyah Kabupaten Natuna berhasil memperoleh sertifikat laik sehat. Sertifikat tersebut menjadi yang pertama diraih di antara SPPG lainnya di wilayah Natuna.

Kepala SPPG Bandarsyah, Asih, menjelaskan terdapat sejumlah tahapan yang harus dipenuhi untuk memperoleh sertifikat tersebut. Penilaian meliputi kelayakan air, bahan makanan, pengolahan daging, hingga standar kebersihan dan keamanan pangan.

Ia menyebutkan SPPG Bandarsyah telah lolos uji kelayakan, termasuk pada kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Sementara itu, beberapa SPPG lainnya masih dalam tahap pemenuhan persyaratan, terutama pada standar kelayakan air.

"Untuk mendapatkan sertifikat ini tentunya akan ada beberapa tahapan yang perlu kita miliki di setiap SPPG yang pertama itu layaknya air, kemudian bahan dagingnya juga, makanan dan sebagainya. Kebutuhan untuk di SPPG Bandarsyah sendiri, di antara beberapa yang sudah diuji, termasuk air tadi juga sudah lolos. Namun di SPPG lainnya menyakut hanya di air saja, jadi untuk sertifikat yang sudah didapatkan SPPG Bandarsyah saja" Ujar Asih Senin 2 Maret 2026

Asih menambahkan, SPPG Bandarsyah saat ini melayani sebanyak 3.495 penerima manfaat. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, pelaksanaan program pemenuhan gizi masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan pasokan buah-buahan tertentu akibat kondisi geografis Natuna yang terdiri dari wilayah kepulauan.

Ia menjelaskan, buah seperti apel dan beberapa jenis lainnya masih harus didatangkan dari luar daerah. Kondisi tersebut menyulitkan pemenuhan menu gizi yang telah disusun oleh ahli gizi sesuai standar kebutuhan penerima manfaat.

Untuk mengatasi kendala tersebut, SPPG Bandarsyah memanfaatkan buah lokal yang lebih mudah diperoleh seperti semangka dan melon hasil panen petani Natuna. Langkah ini diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung produk pertanian lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....