Swasembada Pangan Melalui Food Estate Modern
- 23 Feb 2026 14:47 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Pemerintah secara resmi mempercepat implementasi Asta Cita poin kedua yang menitikberatkan pada pencapaian swasembada pangan nasional. Langkah ini direalisasikan melalui perluasan kawasan food estate di beberapa titik strategis seperti Kalimantan Tengah dan Merauke. Program ini mengintegrasikan sistem pertanian hulu ke hilir untuk memastikan ketersediaan komoditas pokok secara mandiri.
Pengembangan lahan pertanian ini didukung oleh infrastruktur irigasi permanen dan mekanisasi alat mesin pertanian (alsintan) skala besar. Penggunaan sensor tanah dan sistem pemupukan presisi diaplikasikan untuk meningkatkan produktivitas per hektar. Hal ini diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mengurangi angka impor beras dan jagung dalam dua tahun ke depan.
Selain aspek produksi, pemerintah juga membangun pusat distribusi logistik pangan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Gudang-gudang berpendingin (cold storage) didirikan di titik-titik produksi untuk meminimalisir kehilangan hasil panen atau post-harvest losses. Sistem informasi pasar terintegrasi juga diluncurkan untuk memantau fluktuasi stok secara real-time.
Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam program ini dilakukan melalui skema korporasi petani. Masyarakat diberikan akses terhadap teknologi pengolahan hasil panen agar komoditas yang dijual memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Skema ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi pedesaan yang menjadi pilar dalam delapan program hasil terbaik cepat.
Hingga kuartal pertama tahun 2026, realisasi luas tanam baru telah mencapai target 60 persen dari total rencana tahunan. Evaluasi berkala terus dilakukan terhadap kondisi kesuburan tanah dan ketersediaan air di lokasi proyek. Keberhasilan program ini menjadi tolok ukur utama dalam pencapaian kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....