Hormon Stres, Ini Cara Menjaga Keseimbangannya
- 25 Apr 2026 23:35 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Hormon stres adalah sekelompok hormon dalam tubuh yang berperan penting dalam membantu Anda menghadapi tekanan atau situasi menantang. Hormon ini bekerja dengan mengirimkan sinyal ke otak agar tubuh tetap waspada, meningkatkan energi, dan siap merespons kondisi tertentu, baik secara fisik maupun emosional.
Saat kadarnya normal, hormon stres membantu tetap fokus dan waspada. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dan berlangsung lama, hormon ini tidak hanya memicu gangguan mental, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, seperti hipertensi, sindrom metabolik, hingga meningkatkan risiko kanker. Hormon stres terdiri dari beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis-jenis hormon stres yang perlu di ketahui seperti dilansir dari www.alodokter.com :
1. Kortisol
Kortisol sering disebut sebagai hormon stres utama. Hormon ini dilepaskan saat tubuh menghadapi tekanan dan berfungsi meningkatkan energi serta kadar gula darah agar tubuh tetap siap beraktivitas. Selain itu, kortisol juga membantu tubuh tetap siaga dalam situasi tertentu. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dalam waktu lama, kondisi ini bisa mengganggu tidur dan menurunkan daya tahan tubuh.
2. Adrenalin (epinefrin)
Adrenalin berperan dalam memicu respons “fight or flight” saat tubuh menghadapi ancaman. Hormon ini membuat detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan aliran darah ke otot menjadi lebih lancar. Dengan begitu, tubuh menjadi lebih siap untuk menghadapi situasi darurat. Namun, jika sering muncul tanpa pemicu yang jelas, hal ini bisa membuat tubuh terasa tegang dan mudah lelah.
3. Norepinefrin
Norepinefrin membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Hormon stres ini berperan dalam mempercepat respons tubuh terhadap tekanan, baik secara fisik maupun emosional. Keseimbangan hormon ini penting agar Anda tetap bisa berpikir jernih saat menghadapi situasi yang menantang.
4. Prolaktin
Prolaktin tidak hanya berperan dalam produksi ASI, tetapi juga dapat meningkat saat stres. Perubahan kadar hormon ini dapat memengaruhi suasana hati dan daya tahan tubuh. Jika kadarnya tidak seimbang, mungkin merasa lebih mudah lelah atau emosional.
5. Hormon tiroid
Meskipun bukan hormon stres utama, Hormon tiroid dapat terpengaruh oleh stres yang berkepanjangan. Hormon ini berperan dalam mengatur metabolisme dan energi tubuh. Jika keseimbangannya terganggu, bisa merasa lemas, mudah cemas, atau mengalami perubahan berat badan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....