Adab dan Amalan Ziarah Kubur
- 06 Apr 2024 15:57 WIB
- Manokwari
KBRN Manokwari : Kata ziarah berasal dari bahasa arab yaitu Ziarah yang memiliki arti mengunjungi, kunjungan atau mendatangi. Ziarah kubur merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh kerabat yang masih hidup untuk mengunjungi makam dari kerabat yang sudah wafat. Biasanya ziarah kubur dilakukan seminggu sekali. Bahkan sebelum bulan Ramadhan juga orang-orang ramai untuk berziarah ke kuburan kerabatnya.
Umumnya untuk orang-orang yang memeluk agama Islam, mereka berziarah untuk mendoakan dan mengenang kerabat yang sudah meninggal, serta melakukan tafakur atas hikmah dari kematian. ziarah kubur dalam Islam adalah suatu amalan yang sunah dan dapat dikerjakan bagi yang memiliki kerabat yang sudah wafat, khususnya orang tua sendiri.
Dalam ziarah kubur, Islam mengajarkan bahwa kita harus menghormati orang-orang yang sudah meninggal. Bahkan ziarah kubur juga dilakukan agar umat Islam mengingat akan kematian." kata Ustad Herman Amirudin dalam penjelasannya saat mengisi acara Serba- Serbi Ramadhan di Pro 1 RRI Manokwari, Sabtu. (06/04/2024) .
Awalnya Rasulullah SAW. melarang umatnya untuk melakukan ziarah kubur karena Rasul khawatir akan ada orang yang bukan mendoakan kerabat yang meninggal, namun meminta pertolongan kepada orang yang sudah meninggal. Hal tersebut dapat dikatakan syirik, yaitu suatu perbuatan yang menyekutukan Allah Swt.
Namun setelah itu ziarah kubur diperbolehkan kembali, dan dijadikan syariat kepada umat Islam agar para peziarah ini ingat bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah kekal dan harus selalu mengingat akan datangnya hari akhir. Hal pelarangan dan perizinan kembali tentang ziarah kubur sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.
Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur maka kini ziarahlah ke kuburan karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan hujran (ucapan-ucapan batil).
Dalam mengunjungi makam kerabat atau disebut dengan ziarah tentunya ada adab yang harus kita lakukan ketika berziarah. Ziarah sama saja seperti bertamu, di mana tamu seharusnya memiliki adabnya, jangan sampai membuat pemilik rumah merasa terganggu. Apalagi kuburan adalah tempat peristirahatan manusia yang telah wafat, kita harus menghormatinya. Berikut adalah adab dalam ziarah kubur.
1. Berwudu Sebelum Ziarah
Seperti saat ingin beribadah, berziarah juga harus berwudu terlebih dahulu sebelum kalian masuk ke pemakaman tempat kerabat kalian beristirahat. Hal ini dikarenakan saat berziarah kita akan membaca Al Quran, dan membacakan doa-doa untuk kerabat yang sudah meninggal.
2. Mengucapkan Salam
Pemakaman juga merupakan tempat tinggal bagi mereka yang sudah wafat. Setiap pemakaman juga pastinya dijaga oleh para malaikat. Sebagai makhluk yang beragama, tentunya kita memiliki adab jika memasuki tempat tinggal orang lain, termasuk pemakaman. Untuk memasuki pemakaman tentunya kita harus mengucapkan salam kepada penghuni makam.
3. Menghadap Kiblat
Saat kita berziarah ke makam kerabat pastinya kita mendoakan mereka agar mereka diterima di sisi Allah dan dilebarkan ruang kuburnya, kita juga membacakan surat-surat pendek di dalam Al Quran, serta membacakan tasbih, tahmid, takbir, dan juga zikir. Oleh karena itu disunahkan oleh Rasulullah SAW bahwa saat berdoa kita harus menghadap ke arah kiblat.
4. Membaca Doa Ziarah
Setelah berzikir, membaca tasbih, tahmid, dan juga tahmid maka kamu bisa membacakan doa ziarah khusus untuk kerabatmu yang sudah meninggal. Doa ini secara garis besar memohon kepada Allah agar dosa almarhum dapat diampuni, dilapangkan kuburnya, dan masuk ke dalam surga.
5. Membaca Surat- Surat Pendek
Setelah selesai membaca doa ziarah maka dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek di Al Quran. Adapun surat-surat pendeknya meliputi, Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas.
6. Jangan Duduk atau Menginjak Kuburan
Jika sudah melakukan semua tata cara dan adab-adab ziarah kubur dengan membacakan doa-doa untuk kerabat yang sudah almarhum, maka kita juga perlu memiliki adab untuk menghormati rumah terakhir atau tempat istirahat kerabat yang sudah meninggal.
Cara menghormatinya yaitu dengan tidak menduduki atau menginjak kuburan-kuburan yang ada di sekitarmu. Perhatikan langkahmu baik-baik saat berziarah ke tempat makam. Bahkan jangan sampai kamu melangkahi kuburan, karena itu juga termasuk tidak sopan. Kita harus selalu menghargai dan menghormati.
7. Jangan Berlebihan
Perilaku berlebihan memang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Seperti halnya ketika kita berziarah ke makam sebaiknya jangan melakukan hal-hal yang berlebihan. Hal ini dikarenakan kuburan adalah tempat untuk melakukan ritual seperti mendoakan orang meninggal, mengajikan orang meninggal, dan juga bertasbih untuk mereka agar semua kegiatan itu menjadi pahala bagi mereka yang sudah meninggal.
Ustad Herman Amirudin dalam penjelasannya juga menguraikan larangan membangun kuburan karena hukumnya haram. Ini telah dilarang oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, karena dalam perbuatan ini ada unsur pengagungan terhadap ahlul qubur (si mayit). Perbuatan ini juga merupakan wasilah dan perantara yang membawa kepada penyembahan kuburan tersebut. Sehingga nantinya kuburan tersebut menjadi sesembahan selain Allah.
Amalan dalam Berziarah
Selain adab, ada juga beberapa amalan yang harus diterapkan ketika kita berziarah di taman makam. Berikut adalah beberapa amalan dalam berziarah.
1. Menabur Bunga, Kerikil, dan Tumbuhan, serta Menyiram Air
Perlakuan amalan seperti itu diriwayatkan dalam hadi dari Ja’far dan ayahnya berkata bahwa, “sesungguhnya Nabi Muhammad menyiram air di atas kuburan Ibrahim anaknya dan, ia juga meletakkan kerikil di atasnya.” (HR.Baihaqi).
2. Mengingat Kematian
“Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian pada kehidupan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa berziarah memiliki tujuan untuk mengingatkan kita akan datangnya kematian dan kehidupan di akhirat. Dengan mengingat hal tersebut, tentunya kita dapat termotivasi untuk mempersiapkan amal-amal saleh sebelum hari kematian dan kehidupan akhirat tiba. Hal seperti ini diperbolehkan dalam agama. Dunia ini hanya sementara, kita harus menyiapkan amal saleh untuk bekal kita di hari kiamat nanti. Karena orang cerdas adalah orang yang mengingat tentang kematian.
3. Motivasi Untuk Menambah Amal Kebaikan
Seperti pada amalan mengingat kematian, motivasi untuk menambah amal kebaikan juga salah satu hal yang dapat diingat ketika kita sedang berziarah ke kuburan. Rasulullah SAW. telah mengajarkan kepada kita mengenai amal-amal saleh yang harus kita penuhi sebagai bekal hari akhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....