Kekeringan Meluas, Pemkab Banjarnegara Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

  • 05 Okt 2026 15:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan setelah kemarau melanda wilayah tersebut selama sekitar lima bulan.

Salat istisqa digelar di Lapangan Tembak Letda Makhlani, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sejumlah instansi terkait, perangkat desa, serta masyarakat Kecamatan Pagedongan.

Wakhid Jumali memimpin salat istisqa sekaligus menyampaikan khutbah. Menurut dia, salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk menghadapi dampak kekeringan.

"Kita memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang memberikan rezeki dan hujan, mudah-mudahan hujan segera turun dan kekeringan segera terhenti," kata Wakhid, Senin.

Dia mengatakan, kekeringan telah berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Bahkan, sejumlah warga disebut mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Wakhid berharap hujan segera turun secara merata di wilayah Banjarnegara sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mengakhiri kekeringan.

"Sudah banyak masyarakat yang dua minggu belum mandi. Ada 60 desa di 15 kecamatan yang terdampak," ujarnya.

Menurut Wakhid, Desa Kebutuhjurang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah. Upaya mencari sumber air melalui pengeboran juga belum membuahkan hasil.

"Di Kebutuhjurang, tanah dibor sedalam apa pun masih belum keluar air," kata dia.

Warga Desa Kebutuhjurang, Noto Waluyo, mengatakan wilayahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar lima bulan.

Menurut dia, sumber air yang tersedia semakin terbatas sehingga warga sangat bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.

"Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah itu sulit sekali di wilayah Kebutuhjurang," kata Noto.

Dia mengatakan sumber mata air di sekitar desa telah banyak mengering. Sementara sumber air yang masih tersedia di kawasan hutan debitnya kecil dan tidak mampu mencukupi kebutuhan seluruh warga.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berdampak terhadap peternakan dan pertanian.

Noto berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain melakukan upaya penanganan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana apabila hujan mulai turun.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat terjadi setelah periode kemarau panjang.

Pemkab mengimbau masyarakat tetap waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi, terutama di wilayah yang memiliki potensi bencana saat intensitas hujan meningkat. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....