1.500 KK di Jalunda Banjarnegara Krisis Air Bersih akibat Kemarau
- 15 Sep 2026 15:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Kemarau panjang membuat sekitar 1.500 kepala keluarga (KK) di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, terdampak kekeringan.
Warga bahkan telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama tiga hingga empat bulan terakhir. Sejumlah sumber air yang biasa digunakan warga mulai mengering akibat minimnya hujan.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, Polres Banjarnegara menyalurkan lima tangki air bersih kepada warga Desa Jalatunda.
Kapolres Banjarnegara AKBP Aruma Chandra Dewi mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Air bersih ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Aruma.
Di tengah kondisi tersebut, dropping air menjadi salah satu andalan warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan, hingga kebutuhan lainnya.
Sri Sumarni, salah seorang warga, mengatakan harga air jika membeli sendiri mencapai sekitar Rp 130.000 untuk satu tangki.
Menurut dia, satu tangki air rata-rata hanya cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga selama sekitar dua hari.
"Airnya untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci," ujar Sri.
Sementara itu, Kepala Desa Jalatunda Satam mengatakan kekeringan melanda sembilan dusun di wilayahnya.
Dari total 38 RT, baru lima RT yang masih terjangkau sumber mata air. Sementara 33 RT lainnya masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Total sekitar 1.500 KK terdampak kekeringan," kata Satam.
Polres Banjarnegara mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan tidak boros selama musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan musim hujan mendatang untuk menanam pohon sebagai upaya membantu menjaga ketersediaan air tanah dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....