Harga Ayam Naik, Pedagang Pasar Manis Batasi Stok
- 17 Sep 2026 15:33 WIB
- Purwokerto
Harga jual daging ayam di pasaran mengalami kenaikan sejak awal Agustus 2026. Kondisi tersebut turut dirasakan pedagang ayam yang harus menyesuaikan jumlah stok dan menghadapi perubahan daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Manis, Kris, mengatakan harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram, kini mencapai sekitar Rp43 ribu per kilogram.
“Dari awalnya paling tinggi Rp33 ribu, sekarang menjadi Rp43 ribu,” ujar Kris.
Menurutnya, harga ayam masih bertahan tinggi hingga saat ini. Kenaikan tersebut membuat sebagian pelanggan mengurangi frekuensi pembelian ayam dibandingkan sebelumnya.
Kris mencontohkan, pelanggan yang sebelumnya membeli ayam dua hingga tiga kali dalam seminggu, kini hanya membeli satu kali. Sebagian masyarakat juga memilih mengganti menu makanan dengan bahan pangan lain.
“Daya belinya berkurang. Yang tadinya seminggu dua-tiga kali jadi sekali,” katanya.

Untuk mengurangi risiko kerugian akibat ayam yang tidak terjual, Kris membatasi jumlah ayam yang dipotong setiap hari. Stok disesuaikan dengan target penjualan agar ayam tetap segar dan tidak menyisakan banyak barang.
Selain mengandalkan pelanggan yang datang ke pasar, ia juga menawarkan ayam kepada pelanggan melalui layanan antar ke rumah. Cara tersebut dilakukan agar stok dapat terjual pada hari yang sama.
Sementara itu, pedagang ayam lainnya, Kusmini, mengatakan kenaikan harga mulai terasa menjelang Agustus dan hingga kini belum mengalami penurunan yang berarti.
Kusmini mengungkapkan, kenaikan harga turut memengaruhi jumlah pembeli. Menurutnya, pelanggan yang sudah menjadi langganan cenderung tetap membeli, sedangkan pembeli lain tidak selalu datang seperti sebelumnya.
“Kalau sudah ada langganan sih stabil. Kalau enggak punya langganan, ya kadang datang, kadang enggak,” ungkap Kusmini.
Kusmini juga menghadapi risiko kerugian apabila stok ayam tidak habis terjual. Pasalnya, pedagang tetap harus memenuhi setoran, sementara daging ayam merupakan bahan pangan yang mudah rusak.
Untuk mengatasi sisa stok, ia terkadang menyimpan ayam di dalam freezer dan dijual kembali. Ia berharap harga ayam dapat kembali terjangkau sehingga pedagang tetap memperoleh keuntungan dan masyarakat tidak semakin terbebani. (Rifda Saridewi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....