QRIS Permudah Transaksi di Pasar Manis Purwokerto
- 02 Sep 2026 13:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai menjadi alternatif pembayaran bagi pedagang dan pembeli di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Sistem pembayaran digital tersebut dinilai memudahkan transaksi, meski pedagang masih menghadapi kendala berupa potongan biaya administrasi.
Salah satu pedagang, Supartini, mengatakan dirinya telah menggunakan QRIS di lapaknya selama kurang lebih lima tahun. Ia mulai menyediakan pembayaran QRIS setelah mendapat tawaran dari pihak perbankan yang saat itu menawarkan kemudahan transaksi bagi pedagang.
“Kurang lebihnya lima tahun (menyediakan pembayaran via QRIS),” ujar Supartini kepada RRI, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, pembayaran melalui QRIS memiliki keuntungan karena uang hasil transaksi dapat langsung masuk ke rekening. Hal tersebut juga membantunya menyimpan sebagian uang hasil penjualan.
“Kalau langsung masuk tunai, kadang-kadang mikir ‘ah ada uang’, tetapi setelah pakai QRIS ini langsung masuk ke rekening, jadi bisa langsung disimpan,” ucapnya.
Meski memberikan keuntungan, Supartini mengaku masih terdapat kendala dalam penggunaan QRIS, salah satunya berupa potongan biaya administrasi pada setiap transaksi. Ia menilai potongan tersebut memang tidak terlalu besar, namun tetap berpengaruh terhadap hasil transaksi yang diterima pedagang.
“Kadang-kadang kalau masuk ke rekening ada (biaya) adminnya. Kepotong admin,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi pembeli, QRIS dinilai memberikan kemudahan karena tidak mengharuskan membawa uang tunai. Salah satu pembeli, Wiwit, mengatakan dirinya cukup sering menggunakan QRIS ketika berbelanja di pasar.
“Ya pertama karena simpel. Misal tidak bawa uang cash tetap bisa belanja. Semisal nominalnya tidak bulat, bisa terbayar sesuai nominal harganya. Terkadang pedagang tidak ada kembalian atau mencarinya lama. Kalau (pakai) QRIS sudah sesuai harga. Jadi simpel,” kata Wiwit.
Wiwit mengatakan, dirinya hampir setiap hari menggunakan QRIS saat berbelanja, bergantung pada ketersediaan fasilitas tersebut di lapak pedagang.
“Hampir setiap hari ada pakai QRIS-nya. Tergantung pedagang juga, menyediakan QRIS atau tidak. Kalau tidak, ya, pakai cash,” ujarnya.
Menurut Wiwit, ketersediaan QRIS juga dapat memengaruhi keputusan pembeli untuk berbelanja, terutama ketika pembeli tidak membawa uang tunai dan pedagang belum menyediakan pembayaran digital.
“Ya bisa berpengaruh. Misal pembeli tidak bawa uang cash dan pedagangnya tidak menyediakan pakai QRIS, pembeli bisa tidak jadi beli,” katanya.
Meski demikian, Wiwit mengaku sejauh ini tidak mengalami kendala ketika menggunakan QRIS untuk bertransaksi. Ia menilai semakin banyak pedagang yang menyediakan QRIS akan membuat transaksi di pasar menjadi lebih mudah.
“Ya jadi lebih mudah. Mengurangi peredaran uang palsu atau uang rusak, seperti itu,” ujar Wiwit.
Wiwit berharap semakin banyak pedagang di Pasar Manis Purwokerto yang menyediakan pembayaran melalui QRIS. Menurutnya, ketersediaan pembayaran digital dapat membuat transaksi menjadi lebih praktis, terutama bagi pembeli yang tidak membawa uang tunai. (Seftiamala Awalia).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....