Mahasiswa KKN UMP dan Pemuda Kwadungan Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
- 12 Sep 2026 21:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Persoalan sampah plastik di Desa Kwadungan mulai diupayakan untuk diatasi melalui pengolahan menjadi bahan bakar alternatif. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama pemuda setempat mengembangkan alat pirolisis sederhana untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak pirolisis.
Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan pemuda desa mulai dari pengenalan persoalan sampah plastik, pemahaman prinsip kerja pirolisis hingga praktik menggunakan alat.
Mahasiswa KKN UMP, Rendra Aji Syahputra, mengatakan teknologi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga mengenalkan cara pemanfaatan limbah melalui teknologi sederhana.
“Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai dapat dipelajari dan dimanfaatkan kembali melalui teknologi yang sederhana. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi ini dapat dipahami dan dikembangkan bersama oleh masyarakat,” ujar Rendra.
Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting agar pengetahuan mengenai teknologi tersebut tidak berhenti setelah program KKN selesai. Pemuda desa diharapkan dapat melanjutkan pengembangan alat sekaligus penerapan pengelolaan sampah di lingkungan setempat.
Perwakilan pemuda Desa Kwadungan, Romadon dan Adit, mengatakan ide awal pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diperoleh dari video di media sosial. Mereka kemudian mencoba membuat alat sederhana menggunakan kaleng bekas sebelum mengembangkan alat yang lebih besar bersama mahasiswa KKN.
“Awalnya lihat di TikTok ada video pengolahan sampah menjadi bahan bakar, terus kami terinspirasi. Pertama kali kita mencoba pakai kaleng bekas, setelah berhasil dilanjutkan membuat yang lebih besar. Dukungan besarnya itu dari mahasiswa KKN,” ucapnya.
Mereka berharap alat hasil kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah desa dan dimanfaatkan untuk membantu menangani persoalan sampah di Kwadungan.
Kepala Desa Kwadungan, Bagiyo, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dan pemuda dalam mengembangkan alat pengolahan sampah tersebut. Menurutnya, alat yang dibuat sudah cukup baik untuk dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat.
“Pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang dilakukan dari mahasiswa UMP dan berkolaborasi dengan warga setempat, sehingga menghasilkan alat pembakaran sampah yang menurut saya sudah cukup baik untuk bisa dikembangkan oleh warga kami,” ujar Bagiyo.
Ia mengatakan, jika penerapan alat tersebut berhasil, pemerintah desa berencana mengembangkannya ke dusun lain sebagai percontohan penanganan sampah.
“Harapan untuk desa ke depannya, mungkin kalau ini berhasil akan saya kembangkan di dusun-dusun yang lain, sehingga ini menjadi pilot project ke depan untuk penanganan sampah yang ada di Desa Kwadungan. Sukses selalu untuk mahasiswa KKN UMP, semoga tetap jaga silaturahmi dengan warga kami,” tuturnya.
Selain praktik pengolahan, mahasiswa KKN dan pemuda juga berdiskusi mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan limbah serta penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi desa.
Alat pirolisis tersebut kemudian dipamerkan dalam Expo KKN UMP 2026. Inovasi itu mendapat peninjauan dari panitia dan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP.
Pengembangan alat pirolisis menjadi salah satu program KKN yang menghubungkan teknologi dengan persoalan sampah di tingkat desa. Pengolahannya diarahkan untuk menghasilkan minyak pirolisis sebagai salah satu bahan bakar alternatif dari sampah plastik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....