FEB UMP Perkuat Jejaring Internasional lewat ICBAE 2026 di Tailan

  • 16 Sep 2026 11:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - The 5th International Conference on Business, Accounting, and Economics (ICBAE) 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari Indonesia, Malaysia, dan Tailan.

Konferensi yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tersebut berlangsung di Kasetsart University, Bangkok, Tailan, 27–28 Agustus 2026.

ICBAE 2026 merupakan kolaborasi UMP dengan Universitas Muhammadiyah Palembang, INTI International University Malaysia, dan Kasetsart University Tailan.

Konferensi mengangkat tema “Sustainability and Web 3.0: Bridging Technology, Economy, Environment and Society for Sustainable Business Innovation in the Digital Age”. Pembahasan berfokus pada perkembangan teknologi digital, keberlanjutan, ekonomi, lingkungan, dan masyarakat dalam pengembangan bisnis.

Sejumlah pembicara dari berbagai negara dan institusi hadir dalam sesi keynote. Mereka antara lain Prof. Agus Pulung Sasmito, Ph.D. dari McGill University, Kanada; Prof. Renato Pereira, Ph.D. dari ISCTE Business School, Portugal; Prof. Nurul Indarti, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada; serta Boy Arvadino Hadisantoso selaku CEO BARKA Indonesia.

Pembicara lainnya yakni Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D. dari FEB UMP, Dr. Pavinee Rerkjittirat dari Kasetsart University Tailan, Prof. Dr. Sam Toong Hai dari INTI International University Malaysia, dan Prof. Dr. Sri Rahayu dari Universitas Muhammadiyah Palembang.

Setelah sesi keynote, peserta mengikuti Concurrent Sessions untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil penelitian. Rangkaian kegiatan juga diisi Sharing Session on University Rankings, Awarding Session, dan Closing Ceremony The 5th ICBAE.

Dekan FEB UMP Prof. Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si., mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan peneliti sekaligus membuka peluang kerja sama akademik lintas negara.

“ICBAE 2026 bukan hanya menjadi ruang untuk pertukaran gagasan akademik, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk memperkuat jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi di bidang riset, pendidikan, serta inovasi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (16/9/2026).

Menurut Naelati, kerja sama yang terbangun diharapkan dapat terus dikembangkan, termasuk dalam bidang penelitian dan publikasi.

ICBAE 2026 juga membuka peluang publikasi bagi peneliti melalui sejumlah jurnal dan prosiding. Di antaranya Australasian Accounting, Business and Finance Journal yang terindeks Scopus Q2, Paper Asia Scopus Q3, Management and Accounting Review Scopus Q4, Springer Proceedings in Business and Economics, Atlantis Proceedings, serta sejumlah jurnal terindeks SINTA.

Konferensi tersebut juga mengaitkan pembahasan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain kemitraan global, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta inovasi dan teknologi.

Melalui pertemuan akademik lintas negara tersebut, hasil penelitian dan gagasan mengenai perkembangan teknologi serta bisnis berkelanjutan dibahas bersama untuk melihat penerapannya dalam menghadapi perubahan dunia usaha di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....