UMP Pecahkan Rekor MURI lewat Penanaman 3.500 Sukun bersama Menko Pangan

  • 14 Sep 2026 16:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 3.500 bibit pohon sukun ditanam secara serentak oleh mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) angkatan 2026. Penanaman tersebut tercatat sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan dilakukan dalam rangkaian First Time at Campus (FTC) UMP 2026 di Kampus 2 UMP, Purwokerto, Selasa (1/9/2026).

Penanaman dilakukan mahasiswa baru bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan. Ia memimpin penanaman simbolis bersama pimpinan UMP dan perwakilan mahasiswa.

Pemilihan sukun tidak hanya berkaitan dengan penghijauan. Tanaman tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif sehingga penanamannya dikaitkan dengan upaya diversifikasi pangan dan ketahanan pangan.

Presiden Mahasiswa UMP, Yoga Dwi Yuwono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam merespons persoalan lingkungan dan pangan.

“Gerakan ini adalah bentuk advokasi ekologis dan kedaulatan pangan dari akar rumput. Mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada wacana di ruang kelas. Ribuan pohon sukun yang ditanam hari ini adalah monumen hidup; bukti bahwa mahasiswa UMP siap mengambil peran,” ujar Yoga.

Menurutnya, mahasiswa perlu mulai terlibat dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk tantangan pangan dan perubahan iklim.

“Mahasiswa harus punya peran dan berdampak, utamanya dalam menghadapi tantangan pangan global di era geopolitik dan iklim yang saat ini tidak menentu,” katanya.

Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan kepada mahasiswa baru mengenai persoalan yang berkaitan dengan lingkungan dan pangan.

"Pendidikan tinggi tidak cukup hanya membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga perlu mendorong lahirnya generasi yang mampu merespons persoalan sosial ekonomi hingga pangan dimasyarakat," tuturnya.

Ketua Panitia FTC UMP, Wigi Anugrah Aelana, mengatakan kegiatan tahun ini dirancang agar mahasiswa baru mendapatkan pengalaman langsung sejak awal mengikuti kehidupan kampus.

“Kami ingin FTC menjadi titik tolak bagi mahasiswa baru. Ini adalah edukasi langsung bahwa mahasiswa harus punya kepedulian terhadap isu krisis iklim dan krisis pangan,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa baru, Fauzan Adji Darmawan, mengaku mendapat pengalaman berbeda dalam mengikuti rangkaian FTC. Ia sebelumnya memperkirakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru lebih banyak diisi aktivitas teori.

“Awalnya saya kira orientasi akan menegangkan dan penuh tugas teoritis. Ternyata kami justru diajak memegang tanah dan kompos. Ada kebanggaan mengetahui bahwa satu bibit sukun yang saya tanam hari ini kelak bisa membuahkan hasil pangan untuk masyarakat,” katanya.

Penanaman 3.500 bibit sukun tersebut menjadi bagian dari rangkaian FTC UMP 2026. Selain tercatat sebagai rekor MURI, kegiatan diarahkan untuk mengangkat pemanfaatan tanaman pangan alternatif sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bibit yang telah ditanam dapat dirawat dan tumbuh sehingga manfaatnya tidak berhenti pada pencatatan rekor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....