UMP dan Desa Sasaran PPK Ormawa Sepakati Keberlanjutan Program
- 12 Sep 2026 20:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama pemerintah desa sasaran Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 sepakat melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang telah dirintis mahasiswa.
Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus 1 UMP, Jumat (4/9/2026). Kerja sama ini diarahkan agar program yang telah dijalankan mahasiswa tidak berhenti setelah masa pendanaan PPK Ormawa berakhir.
Wakil Rektor Bidang III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kami, program yang telah dirintis oleh teman-teman mahasiswa ini tidak berhenti ketika program PPK Ormawa selesai. Justru setelah ini harus ada keberlanjutan, sehingga apa yang sudah dibangun bersama masyarakat benar-benar memberikan dampak dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Ikhsan, keberhasilan PPK Ormawa tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan. Program juga perlu mampu dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan serta potensi desa masing-masing.
“Mahasiswa hadir membawa gagasan, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Namun, keberlanjutan program sangat bergantung pada kolaborasi dan komitmen bersama antara mahasiswa, universitas, pemerintah desa, dan masyarakat,” tuturnya.
Melalui MoU tersebut, UMP dan pemerintah desa sasaran memiliki dasar kerja sama untuk mengembangkan berbagai program yang telah dijalankan. Inovasi mahasiswa selanjutnya diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing desa.
Ketua Student Scientific Center (SSC) UMP, Dini Nur Afifah, M.Eng., mengatakan pelaksanaan PPK Ormawa juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Belmawa RI yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan pendanaan terhadap program PPK Ormawa. Dukungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dini, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Mereka juga belajar menyusun program, berkomunikasi dengan masyarakat, bekerja dalam tim, serta mencari solusi berdasarkan persoalan yang ditemukan di lapangan.
Kerja sama dengan desa juga diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan program setelah masa PPK Ormawa selesai. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi turut terlibat dalam melanjutkan dan mengembangkan kegiatan yang telah dirintis.
Selain keberlanjutan program, Ikhsan berharap seluruh tim PPK Ormawa UMP 2026 dapat melanjutkan kiprah hingga ajang Abdidaya Ormawa 2026.
“Kami berharap seluruh tim PPK Ormawa UMP dapat terus berjuang, menjaga semangat, dan memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan seluruh tim dapat melaju ke Abdidaya 2026. Namun yang lebih penting, keberhasilan itu bukan hanya tentang kompetisi, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat ditinggalkan untuk masyarakat,” ucapnya.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program pemberdayaan yang telah dijalankan mahasiswa. UMP, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan kerja sama sesuai potensi serta kebutuhan masing-masing desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....