Mahasiswa UMP Olah Selada Jadi Produk Bernilai Ekonomi
- 09 Sep 2026 20:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Tim Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Perikanan (BEM FPP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendorong warga Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Banyumas, mengolah hasil panen selada menjadi produk bernilai ekonomi.
Program pemberdayaan masyarakat tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026), dengan fokus pada pengolahan pascapanen dan pemasaran produk hortikultura.
Selama ini, hasil panen selada di Desa Purbadana menghadapi sejumlah kendala, di antaranya harga yang fluktuatif dan masa simpan yang relatif singkat ketika dijual dalam kondisi segar.
Kondisi tersebut mendorong tim PPK Ormawa BEM FPP UMP untuk mengenalkan pengolahan selada agar memiliki daya simpan lebih panjang sekaligus nilai jual yang lebih tinggi.
Dua produk yang dikembangkan bersama warga yakni Keripik Selada Air dan Poknas atau Pakcoy Nanas. Keripik Selada Air merupakan olahan selada dengan tekstur renyah dan cita rasa gurih, sedangkan Poknas berupa minuman yang memadukan pakcoy dan nanas.
Ketua Ormawa BEM FPP UMP, Damar Jati, mengatakan pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan pascapanen yang dihadapi petani.
Selain proses produksi, mahasiswa juga mendampingi warga dalam pengembangan kemasan, branding, serta pemasaran melalui platform digital. Pendampingan tersebut ditujukan agar produk olahan yang dihasilkan memiliki daya saing dan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
"Melalui program PPK Ormawa ini, kami ingin memberikan solusi konkrit atas permasalahan pascapanen. Dengan mengolah selada menjadi Keripik Selada dan minuman Poknas, daya simpan produk menjadi lebih lama dan nilai jualnya meningkat drastic,” tutur Damar.
Dosen Pendamping Lapangan PPK Ormawa BEM FPP UMP, Dr. Oetami Dwi Hajoeningtijas, S.P., M.P., mengatakan pengolahan produk pertanian dapat menjadi salah satu cara meningkatkan daya saing hasil pertanian lokal.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya mencakup teknik pengolahan pangan, tetapi juga aspek kebersihan dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.
Ia berharap produk yang dikembangkan bersama warga dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk usaha masyarakat Desa Purbadana.
"Hilirisasi produk pertanian adalah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing petani lokal. Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa FPP UMP ini mencakup aspek teknis pengolahan pangan yang higienis hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran,” ucapnya.
Kepala Desa Purbadana, Warsito, mengapresiasi program tersebut karena memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.
Menurutnya, produk Keripik Selada dan Poknas masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kelompok usaha masyarakat, UMKM desa maupun BUMDes.
"Kami atas nama pemerintah desa dan warga Desa Purbadana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa dan civitas akademika FPP UMP. Kehadiran program ini memberikan pengetahuan baru dan peluang usaha ekonomi kreatif bagi warga kami. Inovasi Keripik Selada dan Poknas ini sangat prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut melalui UMKM desa maupun BUMDes," ucap Warsito.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pengolahan hasil pertanian tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan. Warga diharapkan mampu melanjutkan produksi dan memanfaatkan pemasaran digital untuk mengembangkan nilai ekonomi komoditas pertanian yang dihasilkan di Desa Purbadana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....