UMP Jadi Tuan Rumah Pelatihan Manajemen Perubahan Mudir Pesantren

  • 07 Sep 2026 15:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 96 mudir dari 15 pesantren Muhammadiyah se-Indonesia mengikuti pelatihan manajemen perubahan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kegiatan yang berlangsung di Kampus 1 UMP tersebut digelar untuk memperkuat kapasitas mudir dalam menghadapi perubahan sekaligus meningkatkan tata kelola pesantren.

Pelatihan mengusung tema “Peran Mudir Pesantren sebagai Penggerak dan Motor Perubahan untuk Mewujudkan Pesantren Berkemajuan”. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Dr. Fal Arovah Windiani, M.H., mengatakan pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan Islam, kaderisasi, dakwah, pembinaan umat, hingga pengembangan peradaban di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, perkembangan pesantren perlu diikuti dengan kemampuan pengelola dalam merespons perubahan sosial, ekonomi, teknologi, maupun regulasi. Salah satunya melalui ijtihad jamai atau ijtihad kolektif agar nilai dan hukum Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Pesantren Muhammadiyah dapat merespons perubahan dengan ijtihad jamai atau ijtihad kolektif agar hukum Islam tetap relevan menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesantren juga perlu membekali santri dengan keimanan, akhlak, kehati-hatian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan memahami perkembangan regulasi dan hukum di Indonesia.

Dalam kondisi yang semakin kompleks, peran mudir dinilai menjadi semakin strategis. Selain memastikan keberlangsungan pesantren, mudir dituntut mampu mengarahkan lembaga agar dapat berkembang, beradaptasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Pelatihan tersebut ditujukan agar peserta memahami konsep perubahan, mampu menyusun rencana perubahan, serta merancang langkah pengembangan di berbagai aspek pengelolaan pesantren.

Wakil Rektor III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., yang mewakili Rektor UMP, menyambut kedatangan para peserta. Ia mengatakan UMP terus mengembangkan program pendidikan yang saat ini tersebar di tiga kampus, dengan 57 program studi pada 11 fakultas.

Ikhsan juga menyampaikan apresiasi kepada LPP Muhammadiyah yang kembali mempercayakan UMP sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi UMP untuk memperkuat hubungan dengan berbagai unsur dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

“Terima kasih kepada LPP Muhammadiyah karena selalu memberikan kepercayaan kepada UMP untuk menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan ini,” ucapnya.

Sementara itu, Dr. Maskuri, M.Ed., menilai pelatihan manajemen perubahan penting dilakukan seiring dengan berkembangnya jumlah pesantren Muhammadiyah. Menurutnya, sebagai organisasi Islam modern yang membawa semangat Islam berkemajuan, Muhammadiyah perlu terus beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

“Jangan ragu dengan perubahan itu, justru kita harus mengikuti perubahan zaman. Modern itu selalu terbaru, mengikuti zaman, tetapi tidak lepas dari nilai-nilai Islam,” tuturnya.

Ia mengatakan pertumbuhan jumlah pesantren harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan dan tata kelola. Berdasarkan pengalamannya dalam pengelolaan pesantren selama sekitar 10 tahun, terdapat dua persoalan utama yang perlu diperkuat, yakni sumber daya manusia dan manajemen.

“Jumlah pesantren yang banyak tidak ada artinya kalau tidak diiringi dengan kualitas. Karena itu, bagaimana meningkatkan kualitas harus dibenahi. Setelah kami 10 tahun terakhir mengelola pesantren, ada dua problem besar, satu sumber daya manusia, yang kedua manajemen,” ucapnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kemampuan para mudir dalam mengelola dan mengembangkan pesantren. Dengan demikian, pertumbuhan jumlah pesantren dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas.

Pelatihan diikuti 96 peserta dari target 100 peserta. Setelah kegiatan, para peserta diharapkan dapat menerapkan hasil pelatihan melalui rencana perubahan dan pengembangan di pesantren masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....