Masjid 17 Purwokerto Kembangkan Ekonomi Jemaah lewat Cafe Kemakmuran
- 14 Sep 2026 16:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Masjid 17 Purwokerto mulai mengembangkan aktivitas ekonomi jemaah melalui pemasaran digital dan inkubasi usaha. Upaya tersebut dilakukan bersama tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui pemanfaatan Cafe Kemakmuran sebagai ruang pengembangan usaha berbasis masjid.
Ketua Tim Pengabdian UMP, Havidz Cahya Pratama, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan program tersebut menyasar 31 jemaah dan Pemuda Masjid. Berdasarkan identifikasi awal, sekitar 60 hingga 75 persen peserta telah menggunakan media sosial, tetapi pemanfaatannya masih lebih banyak untuk komunikasi dan aktivitas sehari-hari.
"Program ini menyasar 31 jemaah dan Pemuda Masjid, hasil identifikasi awal menunjukkan sekitar 60–75 persen peserta telah aktif menggunakan media sosial, tetapi pemanfaatannya masih dominan untuk komunikasi dan aktivitas sehari-hari dan belum diarahkan secara optimal sebagai sarana ekonomi produktif," ucap Havidz.
Menurutnya, sebagian jemaah juga telah memiliki usaha mikro, seperti kuliner rumahan, jasa, dan penjualan kebutuhan sehari-hari. Namun, usaha tersebut masih berjalan secara individual sehingga diperlukan pendampingan untuk menghubungkannya dengan pemasaran digital.
Karena itu, Cafe Kemakmuran diarahkan tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan usaha. Jemaah dan Pemuda Masjid dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan ide bisnis, membuat konten promosi, memperluas jejaring, hingga menguji model usaha.
"Karena itu, penguatan inkubasi bisnis di Cafe Kemakmuran diarahkan untuk menghubungkan potensi usaha jemaah dengan pemasaran digital, branding, pencatatan keuangan, pembagian peran, pengembangan produk, dan peluang pendanaan," tuturnya.
Untuk meningkatkan kemampuan peserta, tim pengabdian UMP menggelar Pelatihan Host Live Marketing Digital pada 21 Agustus 2026. Pelatihan yang diisi Tegar Roli Anugrafianto, M.Sos., tersebut membahas ekonomi digital, etika bermedia, pemasaran digital, affiliate marketing, pembuatan konten, serta pencatatan sederhana aktivitas pemasaran.
Peserta juga mengikuti simulasi dan praktik langsung agar dapat menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Masjidpreneur dan peluncuran Studio Bisnis Digital pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema "Membangun Kemandirian Ekonomi Umat di Era Digital".
Havidz mengatakan Studio Bisnis Digital disiapkan sebagai ruang praktik bagi jemaah dan Pemuda Masjid untuk membuat foto dan video promosi serta mengembangkan konten media sosial.
"Kegiatan ini menjadi momentum penguatan wawasan kewirausahaan, pemasaran digital, pendidikan Islam, serta pengembangan usaha dan akses pendanaan. Seminar sekaligus menjadi momentum peluncuran Studio Bisnis Digital sebagai fasilitas pendukung inkubasi bisnis yang dapat dimanfaatkan jemaah dan Pemuda Masjid untuk produksi konten, promosi produk, dan pengembangan aktivitas pemasaran digital," ujarnya.
Seminar menghadirkan sejumlah pemateri dari bidang kewirausahaan, pemasaran digital, pendidikan Islam, dan bisnis. Materi yang diberikan antara lain bisnis halal dan entrepreneur syariah, affiliate marketing, peran pendidikan Islam dalam membangun jiwa kewirausahaan, serta akses pendanaan bagi usaha pemula.
Havidz mengatakan program tersebut juga menghasilkan model pendampingan kewirausahaan digital dan sistem sederhana untuk mengelola aktivitas usaha dan pemasaran. Model tersebut kemudian diintegrasikan dengan Cafe Kemakmuran sebagai ruang inkubasi bisnis.
Dengan pola tersebut, kegiatan usaha diharapkan dapat berjalan mulai dari pengembangan ide dan produk, pembuatan konten, promosi, pemasaran, hingga pencatatan dan pengelolaan usaha.
Program pemberdayaan tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Tim UMP diketuai Havidz Cahya Pratama dengan anggota Ns. Muhammad Hanif Prasetya Adhi, S.Kep., M.Kep., Safitri Mukarromah, S.Ag., M.Sy., Salsabila Ramadhani, dan Mughni Nurul Huda.
Melalui program ini, Masjid 17 Purwokerto diarahkan untuk memiliki ruang yang tidak hanya digunakan untuk aktivitas ibadah, tetapi juga pembelajaran dan pengembangan usaha jemaah, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....