UMKM Naik Kelas: KKN UIN Saizu Dampingi Pemilik Tahu Tidu Urus NIB
- 16 Agt 2026 10:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Upaya mengembangkan usaha tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Legalitas dan kemampuan memasarkan produk juga menjadi bagian penting agar UMKM dapat berkembang. Hal inilah yang didorong mahasiswa KKN Kelompok 51 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melalui program “UMKM Naik Kelas” bagi pelaku usaha di Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (15/8/2026).
Salah satu pelaku usaha yang mendapat pendampingan adalah Pak Slamet, pemilik usaha Tahu Anget Tidu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, sekaligus mengenalkan sejumlah sarana digital yang dapat mendukung pengembangan usahanya.
Program “UMKM Naik Kelas” tidak hanya berfokus pada legalitas. Mahasiswa juga membantu menyiapkan banner, logo dan label produk, Google Maps, QRIS, serta mengenalkan marketplace sebagai alternatif pemasaran.
Dalam pengurusan legalitas, mahasiswa KKN Kelompok 51 bersama Kak Ifah selaku Pendamping Proses Produk Halal (P3H), membantu Pak Slamet mendaftarkan NIB dan sertifikasi halal. Sebelumnya, ia mengaku telah beberapa kali mendapat tawaran pengurusan dokumen tersebut, tetapi tidak pernah sampai pada tahap penyelesaian.
“Sudah tiga kali ada yang menawarkan untuk membuat NIB dan sertifikasi halal, tetapi gak ada kelanjutannya,” ujar Slamet, pemilik Tahu Anget Tidu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pendamping P3H. Ifah mengingatkan pelaku UMKM agar lebih berhati-hati ketika mendapat tawaran pengurusan sertifikasi halal dan memastikan pihak yang memberikan pendampingan merupakan petugas resmi.
“Memang terkadang ada oknum yang menawarkan, tetapi tidak dilanjutkan. Biasanya itu bukan dari petugas P3H yang asli,” jelas Ifah.
Dalam proses pendaftaran NIB, data NIK dan alamat email Slamet masih dapat digunakan. Setelah mendapat pendampingan, NIB Tahu Anget Tidu berhasil diterbitkan.
Sementara itu, proses sertifikasi halal masih berjalan dan menunggu tahapan berikutnya.
Pendampingan kemudian diperluas pada aspek identitas produk. Banner, logo, dan label disiapkan agar Tahu Anget Tidu memiliki tampilan yang lebih mudah dikenali konsumen. Kehadiran Google Maps juga diharapkan membantu konsumen menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah.
Sementara itu, penggunaan QRIS diperkenalkan untuk memudahkan transaksi secara non-tunai. Mahasiswa juga mengenalkan marketplace sebagai salah satu pilihan pemasaran agar produk tidak hanya menjangkau konsumen di sekitar Desa Tidu.
Melalui program “UMKM Naik Kelas”, KKN Kelompok 51 UIN Saizu berupaya mendorong pelaku usaha agar tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga memiliki legalitas, identitas produk, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
Pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Tahu Anget Tidu dan UMKM lainnya di Desa Tidu untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan usaha berbasis digital. (Hafizah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....