Menko Pangan Dukung Pengolahan Sampah dan Pengembangan Susu Kambing di Banyumas
- 01 Sep 2026 14:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi pengelolaan sampah dan pengembangan peternakan kambing perah yang dilakukan masyarakat di Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Apresiasi tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat mengunjungi peternakan kambing perah Meta Nusa Darma, berdialog dengan peternak, serta meninjau pengolahan sampah plastik dan pembagian sembako kepada peternak dan petani, Selasa (1/9/2026).
Zulkifli menilai pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi langkah penting dalam menyelesaikan persoalan sampah. Sampah organik, menurutnya, dapat diolah menggunakan maggot, sementara sampah plastik dapat dicacah dan dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna.
“Yang sulit plastik. Plastiknya diolah, dicacah, kemudian dijadikan ubin dan genteng. Kalau itu yang terjadi, persoalan sampah bisa kita selesaikan,” ujar Zulkifli.
Ia mengatakan, pengelolaan sampah yang menghasilkan produk bernilai ekonomi perlu terus dikembangkan. Selain itu, pengembangan peternakan kambing perah dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui konsumsi susu.
Zulkifli berharap semakin banyak masyarakat mengembangkan sektor pertanian dan peternakan yang terintegrasi dengan pengolahan limbah.
Sementara itu, Direktur Utama Mendamilk, Wisnu, mengatakan peternakan yang dikelolanya saat ini memiliki sekitar 130 ekor kambing di Sokaraja. Selain itu, sekitar 200 ekor kambing tersebar di sejumlah lokasi mitra, antara lain Sumbang, Ajibarang, Kebumen, dan Pemalang.
Total produksi susu kambing saat ini mencapai sekitar 500 liter per hari. Sebagian susu dikirim ke industri pengolahan untuk dijadikan susu bubuk, sementara sebagian lainnya diolah menjadi produk susu cair.
Wisnu menjelaskan, pengembangan peternakan tersebut juga terintegrasi dengan pemanfaatan limbah. Limbah dari industri makanan, seperti susu, bubur, dan biskuit, diolah dan diracik menjadi pakan ternak.
Menurut Wisnu, penerapan standar kebersihan dan kesehatan menjadi salah satu keunggulan peternakan. Kambing dimandikan secara rutin setiap pekan untuk menjaga kebersihan dan mengurangi bau dari kandang.
Produk susu kambing yang dihasilkan saat ini telah dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, Tangerang, Bogor, serta melalui reseller di Yogyakarta.
Dari usaha tersebut, Mendamilk mencatat omzet sekitar 150 juta rupiah per bulan dan melibatkan sekitar 50 peternak.
Wisnu menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah dapur dalam penyediaan kebutuhan susu. Saat ini terdapat empat dapur yang menjadi mitra, dengan dukungan sekitar lima titik plasma peternakan yang tersebar di sejumlah wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Pengembangan peternakan kambing perah, menurut Wisnu, diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi susu, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi peternak sekaligus menjadi bagian dari solusi pengelolaan limbah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....