Inovasi APAR Kulit Durian, Api Padam dalam Hitungan Detik
- 31 Agt 2026 15:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap – Siapa sangka limbah kulit durian dapat dimanfaatkan dalam upaya pemadaman api. PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos mengembangkan inovasi tersebut dengan mencampurkan olahan kulit durian ke dalam Dry Chemical Powder (DCP) pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Meski belum ada produksi untuk skala komersial, inovasi tersebut telah digunakan pada sesi pelatihan pemadaman api oleh para Awak Mobil Tangki (AMT). Hasilnya api yang berkobar bisa mati dalam hitungan detik saat disemprot dengan tepung olahan kulit durian.
Pelatihan refreshment penggunaan APAR tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan para AMT dalam menghadapi potensi kebakaran saat menjalankan tugas pengiriman bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan pelatihan secara rutin dilaksanakan secara berkala.
Lead Operator 1 Fleet Safety PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos, Zacky Firman, mengatakan dalam pelatihan tersebut peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan sejumlah jenis APAR, termasuk DCP dan foam.
"Setiap enam bulan sekali, satu semester, kami me-refresh rekan-rekan Awak Mobil Tangki tentang penggunaan APAR. APAR yang digunakan ada DCP dan foam," kata Zacky.
Menariknya, salah satu APAR DCP yang digunakan dalam pelatihan tersebut merupakan hasil inovasi internal dengan memanfaatkan kulit durian. Limbah kulit durian diolah menjadi tepung, kemudian dicampurkan dengan dry chemical powder sebelum dimasukkan ke dalam APAR.
Menurut Zacky, proses pengolahan dimulai dengan mengambil kulit durian, kemudian direbus selama kurang lebih 60 menit. Setelah itu, kulit durian dicacah dan digiling hingga menjadi tepung.
"Inovasinya menggunakan campuran dari hasil kulit durian. Kulit durian kami campur dengan dry chemical powder, kemudian dimasukkan ke APAR dan digunakan untuk pemadaman api," ujarnya.
Pemanfaatan APAR dengan campuran kulit durian tersebut masih diterapkan secara internal, terutama dalam kegiatan pelatihan. Inovasi tersebut mulai digunakan sejak awal Agustus 2026 dan telah diterapkan dalam pelatihan AMT yang dilaksanakan dalam beberapa batch.
Dalam pelatihan kali ini, sekitar 40 AMT mengikuti kegiatan. Zacky mengatakan, berdasarkan uji coba awal dalam pelatihan sebelumnya, APAR campuran kulit durian mampu memadamkan api dengan baik seperti APAR DCP pada umumnya.
Namun demikian, inovasi tersebut masih terus dikembangkan karena masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu dievaluasi, termasuk terkait uji partikel dan potensi penggumpalan.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Toni Haryanto, menilai pelatihan tersebut penting untuk mengingatkan kembali para pekerja mengenai jenis dan tata cara penggunaan APAR.
"Pelatihan ini bagus untuk mengingatkan kembali cara-cara penggunaan APAR atau jenis-jenis APAR yang kita pakai untuk memadamkan api," katanya.
Menurut Toni, kemampuan menggunakan APAR menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan AMT saat menjalankan pengiriman BBM. Pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk menangani potensi kebakaran sejak awal sebelum api membesar.
"Ini penting sekali untuk penanggulangan sewaktu dalam proses pengiriman BBM ada kendala api yang timbul dari mobil yang kita bawa. Kita harus bisa mengevakuasi atau memadamkan api yang masih kecil," ujarnya.
Melalui pelatihan rutin tersebut, Pertamina Fuel Terminal Maos tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan AMT dalam menghadapi keadaan darurat, tetapi juga mencoba mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah kulit durian sebagai bagian dari media pelatihan pemadaman kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....